TANGERANG, KOMPAS.com - Helikopter water bombing jenis MI-8AMT mulai padamkan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (1/7/2026),
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melintas di atas gunungan sampah.
Warga terlihat antusias melihat helikopter memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin. Mereka langsung berdatangan menggunakan sepeda motor dan sebagian lainnya berdiri di tepi jalan.
Mereka juga merekam proses pengambilan air hingga helikopter menjatuhkan muatan ke titik-titik api yang masih mengeluarkan kepulan asap tebal.
Baca juga: Kondisi Terkini Kebakaran TPA Jatiwaringin: Asap Pekat Ganggu Aktivitas, Warga Sesak Napas
Suara baling-baling helikopter terdengar memekakkan telinga saat pesawat itu terbang rendah di atas kawasan TPA.
Selain itu, angin yang dihasilkan dari putaran baling-baling membuat debu dan abu beterbangan di sekitar lokasi, sementara warga terus memperhatikan setiap manuver helikopter.
Salah satunya warga Kampung Gintung, Dedi Yulianto (43) mengaku sengaja datang melihat secara langsung proses pemadaman dari udara.
Terlebih proses seperti merupakan pengalaman pertamanya yang bisa dilihat secara langsung.
"Ya sebenarnya penasaran. Biasanya kan kalau kebakaran hutan lihatnya cuma di televisi pakai helikopter. Sekarang ada di dekat rumah, jadi pengin lihat langsung prosesnya seperti apa," kata Dedi kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Rabu.
Ia mengaku mengetahui adanya helikopter water bombing dari informasi warga sekitar.
Baca juga: Truk Sampah Mengular di TPA Jatiwaringin, Sopir Tak Bisa Buang Muatan Sejak Siang
Menurutnya, penggunaan helikopter memberikan harapan baru agar kebakaran yang sudah berlangsung sejak Selasa (30/6/2026) segera bisa dipadamkan.
"Katanya sekarang pakai helikopter karena pemadam kebakaran sudah kesulitan. Mudah-mudahan lebih efektif, soalnya apinya kan sudah di bagian dalam timbunan sampah," kata dia.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan Deden Wahyudin (31), warga Desa Mekar Kondang.
Ia mengaku sengaja datang setelah membaca pemberitaan mengenai rencana pengerahan helikopter oleh BNPB.
"Saya tahunya dari berita. Dibilang bakal pakai helikopter, jadi saya datang ke sini. Eh ternyata benar ada," kata Deden.
Baca juga: 154 Warga Terkena ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Ibu Hamil-Balita
Menurutnya, selama ini ia hanya melihat proses water bombing melalui televisi maupun media sosial.
Namun kali ini, ia justru bisa melihat langsung bagaimana helikopter mengambil air lalu menjatuhkannya ke lokasi kebakaran.
"Jadi pengalaman baru buat saya," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




