Pantau - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia, namun tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan tertentu yang berpotensi merusak persatuan bangsa, dalam pernyataannya pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 15.44 WIB.
Kritik Menjadi Bagian Penting DemokrasiPresiden menegaskan pembangunan demokrasi harus terus diperkuat dengan menjunjung tinggi kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab.
Presiden menyampaikan bahwa kritik memiliki peran sebagai pengingat bagi pemerintah sekaligus sarana evaluasi untuk memperbaiki berbagai kebijakan.
"Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," ungkapnya.
Presiden juga mengingatkan bahwa demokrasi harus dijaga dari berbagai bentuk penyalahgunaan yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Tapi keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," katanya.
Persatuan Bangsa dan Peran PolriPresiden menekankan perbedaan pendapat tidak boleh berkembang menjadi kebencian maupun menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
"Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berdiri di atas nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan. Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita," ujarnya.
Presiden secara khusus meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus berperan menjaga tatanan demokrasi Indonesia dengan memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara damai.
Dalam menjalankan tugas tersebut, Polri juga diminta tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Presiden menegaskan hukum harus tetap ditegakkan dan ketertiban masyarakat harus terus dipelihara agar penegakan hukum dapat menjadi pelindung rakyat serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.




