Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva, bersama sejumlah entitas logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaksanakan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN di Pos Bloc Jakarta, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah melalui BPI Danantara dalam mendorong transformasi sektor logistik nasional.

Baca Juga :
Arus Logistik Nasional Terus Bergerak Seiring Surplusnya Neraca Dagang
Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara Tahun Buku 2025

Melalui konsolidasi berbagai entitas logistik BUMN, diharapkan tercipta jaringan layanan yang lebih terintegrasi, memperluas konektivitas distribusi nasional, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, menyampaikan bahwa konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membangun perusahaan BUMN yang lebih fokus, efisien, sehat, dan berdaya saing.

“Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Aurelius dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu, 1 Juli 2026.

Pada tahap awal konsolidasi, struktur kepemilikan saham perusahaan konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya. 

Sebagai pemegang saham mayoritas pada tahap awal konsolidasi, Pelindo memegang peran strategis dalam mengawal proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional. Peran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pelindo untuk memastikan proses transisi berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan sekaligus memperkuat sinergi antarpelaku logistik BUMN.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi antarpelaku logistik milik negara.

“Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif,” kata Achmad.

Baca Juga :
Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia, Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11 Persen
Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun, Dukung Fiskal Nasional
Pelindo Soft Launching Layanan Kepelabuhanan Strategis di Perairan Nipa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: Hincapie Kartu Merah, El Tri Melaju ke Babak 16 Besar
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas dan Bensin Picu Inflasi Jawa Barat 0,28%
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Momen Keseruan Hari Bhayangkara: Ada Ledakan hingga Defile Lintas Masyarakat
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Jelang Kunjungan Otoritas China, Barantin Benahi Tata Kelola Ekspor Sarang Burung Walet
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polda Jabar Selidiki Dugaan Kejahatan Lain Taufik Hidayat
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.