CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan optimisme tinggi terkait peluang tercapainya kesepakatan nuklir baru dengan Iran.
Hal ini disampaikan setelah kedua negara sepakat untuk mengakhiri konflik militer yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.
Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan bahwa Presiden Donald Trump melihat adanya peluang besar untuk menyelesaikan ketegangan nuklir ini melalui jalur diplomasi, tanpa mengesampingkan sikap tegas AS.
"Presiden Trump sudah jelas, jika mereka menembak kami, maka kami akan membalas. Namun, dia merasa bahwa AS dan Iran memiliki kesempatan yang baik untuk membuat kesepakatan yang akan menghilangkan kemampuan nuklir mereka (Iran)," kata Kelly kepada Fox News, Rabu (1/7).
Langkah maju ini menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara jarak jauh oleh AS dan Iran pada Kamis (18/6). Nota tersebut resmi mengakhiri konflik militer antarkedua negara yang pecah sejak 28 Februari lalu.
Selain menghentikan kontak senjata, dokumen kesepakatan tersebut mengatur sejumlah poin krusial, di antaranya:
Jadwal pencabutan blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pemulihan jalur pelayaran oleh Iran di Selat Hormuz.
Komitmen Iran untuk tidak mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir.
Kendati demikian, penyelesaian program nuklir Teheran akan diatur dalam perjanjian terpisah. Kedua belah pihak dijadwalkan menggelar negosiasi lanjutan dalam waktu 60 hari ke depan.
Bagi pihak Iran, target utama dari rangkaian perundingan ini adalah dicabutnya seluruh sanksi ekonomi anti-Iran yang selama ini dijatuhkan oleh Washington.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/Antara




