JAKARTA, DISWAY.ID - Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menanggapi tuntutan mahasiswa terkait penghematan anggaran dan menuntut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Ahok mencontohkan penghematan dengan skema penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM), seperti Pertamax dan Pertalite.
Menurutnya, pemerintah sebenarnya sudah memiliki data yang cukup untuk menerapkan sistem subsidi yang lebih efisien melalui mekanisme digital.
BACA JUGA:Resmi! Harga BBM Pertamina 1 Juli 2026, Cek Daftar Lengkap Pertalite hingga Pertamax Turbo
Pandangan itu disampaikan Ahok saat mengulas pentingnya efisiensi anggaran sekaligus mengkritisi sejumlah kebijakan yang dinilainya masih bisa disederhanakan.
Ia pun menilai skema serupa dapat diterapkan pada program lain agar anggaran negara lebih hemat.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Mulai Drop, Pengamat Minta Harga Pertamax Turun Pelan-Pelan Ikuti Pasar
"Tuntutannya apa mahasiswa? Penghematan. Kenapa pemerintah mesti takut?" katanya dikutip dari YouTube Ask Ahok Anything.
"Nah kalau gue jadi presiden, langsung gue bubarin itu BGN, Badan Gizi Nasional," katanya.
"Kita gunakan saja voucher sistem digital," jelasnya.
Ahok lantas mencontohkan BBM.
BACA JUGA:Update Harga Pertamax Series, Ini Pernyataan Pertamina Patra Niaga soal Harga BBM Nonsubsidi
"Kayak BBM, kenapa tidak mau membahas penghematan? Sudah ada kajiannya kok. Tinggal dua hal saja, bukan isu hapus Pertalite lalu ribut, orang kan takut harganya naik bukan Pertalitenya," jelasnya.
"Nah coba kalau jualnya Dexlite Pertamax Turbo, lalu apa masalahnya? Kan data kita sudah ada di KTP. Kadang saya heran. Jangan alihkan bicara soal penghematan, sementara persoalan yang lain dibiarkan. Ya marah lah mahasiswa, saya aja bisa marah. Untungnya saya sudah bukan mahasiswa lagi," ucapnya.
BACA JUGA:KERAS! BEM SI Tolak Kenaikan Harga Pertamax: Wakili Suara Rakyat, Bukan Antek-Antek Asing
- 1
- 2
- »





