Diakui Trump, Amerika Serikat Tak Akan Bisa Membuat Pesawat Air Force One Secanggih Hadiah Qatar

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa negaranya tidak akan mampu membuat pesawat kepresidenan alias air force one dengan spesifikasi seperti jet mewah yang dihadiahkan oleh Pemerintah Qatar. Pernyataan itu disampaikan saat dirinya bersiap menjalani penerbangan perdana menggunakan pesawat tersebut menuju North Dakota.

Trump mengaku terkesan dengan kualitas pesawat yang telah dimodifikasi khusus untuk memenuhi standar kepresidenan dari Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut belum pernah melihat pesawat dengan kemampuan seperti itu.

Baca Juga: Amerika Serikat Klaim Minyak Iran Kini Hanya Dibeli Satu Negara di Dunia

"(AS) tidak dapat membangun pesawat seperti ini," kata Trump, dikutip Kamis (2/7).

Ia mengaku menikmati pengalaman penerbangan perdananya menggunakan jet tersebut.

"Sejujurnya, saya senang dengan penerbangan pertama ini. Belum pernah ada yang melihat yang seperti ini," ujarnya.

Menurut Trump, pesawat hadiah itu dirancang secara khusus agar memenuhi seluruh kebutuhan seorang presiden, termasuk sistem keamanan tingkat tinggi dan berbagai perangkat pendukung yang kompleks.

"Mereka baru saja menyelesaikannya. Mereka membuatnya sesuai untuk seorang presiden, itu berarti keamanan dan semua fitur tambahan yang mereka pasang. Hal-hal yang sangat kompleks, tetapi itu benar-benar sesuatu yang luar biasa," kata Trump.

Trump juga menepis kritik yang sebelumnya muncul terkait penggunaan pesawat hadiah dari negara asing. Sejumlah kalangan sebelumnya mempertanyakan aspek etika, konstitusi hingga keamanan dari penerimaan jet bernilai ratusan juta dolar tersebut.

Menurut Trump, biaya yang harus dikeluarkan pemerintahannya untuk menyesuaikan pesawat itu jauh lebih kecil dibandingkan apabila harus membangun pesawat baru dengan spesifikasi serupa.

Jet tersebut sebelumnya disumbangkan oleh Pemerintah Qatar. Ia kemudian menjalani proses modifikasi serta serangkaian pengujian agar memenuhi standar operasional sebagai pesawat kepresidenan.

Pesawat itu akan digunakan sebagai solusi sementara sampai ada hasil produksi dari Boeing. Perusahaan tersebut diketahui tengah berupaya menyelesaikan dua unit air force one generasi terbaru yang selama ini mengalami keterlambatan akibat pembengkakan biaya dan penundaan produksi.

Baca Juga: Diakui Prabowo, Polisi Emang Paling Jago Soal Bangun Dapur MBG

Trump, dengan kondisi tersebut, menilai penggunaan pesawat hadian tersebut menjadi pilihan yang lebih efisien sembari menunggu armada resmi kepresidenan yang baru selesai diproduksi di Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buntut Gagal di Piala Dunia 2026, Mantan Pelatih Korsel Diteror Ancaman Pembunuhan hingga Diboikot Toko-toko di Negaranya
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Otak Pengusiran dan Perusakan Rumah Nenek Elina Divonis 3 Tahun 10 Bulan Penjara
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Artis yang Jalani Co-Parenting Setelah Bercerai
• 7 menit lalubeautynesia.id
thumb
Momen Haru Penutupan Haji 2026, Menhaj Lepas Rompi Petugas dan Sujud Syukur
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Ekspor Jatim Januari-Mei 2026 Terkoreksi 2,92 Persen, Migas Anjlok Paling Dalam
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.