Kolombo (ANTARA) - Kementerian Perindustrian dan Pengembangan Kewirausahaan Sri Lanka telah meluncurkan sebuah program untuk membantu anak muda yang telah menyelesaikan rehabilitasi narkoba mendapatkan pekerjaan tetap di sektor swasta, demikian disampaikan kementerian tersebut pada Selasa (30/6).
Program itu akan dilaksanakan bersama Badan Nasional Pengendalian Narkotika Berbahaya, Biro Rehabilitasi, serta Komisi Pendidikan Tinggi dan Vokasi Sri Lanka. Program tersebut bertujuan untuk menyediakan pelatihan vokasi dan menghubungkan kaum muda yang telah direhabilitasi dengan pekerjaan di industri yang menghadapi kekurangan tenaga kerja.
Menteri Perindustrian dan Pengembangan Kewirausahaan Sri Lanka Sunil Handunneththi mengatakan sektor industri swasta memiliki lebih dari 400.000 lowongan kerja dan terus menghadapi kekurangan pekerja terampil maupun tidak terampil.
Sang menteri mengatakan peluang kerja tersedia di sektor-sektor seperti konstruksi, ubin dan perlengkapan, alas kaki, produk kulit, dan otomotif, seraya menyerukan kepada para pejabat untuk menciptakan proses terstruktur untuk menempatkan kaum muda yang telah direhabilitasi di industri-industri tersebut setelah pelatihan yang sesuai.
Para pejabat mengatakan sekitar 10.000 anak muda yang telah direhabilitasi telah menerima pelatihan vokasi di berbagai bidang. Sekitar 800 orang direhabilitasi setiap tahun melalui pusat-pusat di Vavuniya, Senapura, dan Kandakadu sebelum diintegrasikan kembali ke masyarakat dengan keterampilan vokasi.
Program itu akan dilaksanakan bersama Badan Nasional Pengendalian Narkotika Berbahaya, Biro Rehabilitasi, serta Komisi Pendidikan Tinggi dan Vokasi Sri Lanka. Program tersebut bertujuan untuk menyediakan pelatihan vokasi dan menghubungkan kaum muda yang telah direhabilitasi dengan pekerjaan di industri yang menghadapi kekurangan tenaga kerja.
Menteri Perindustrian dan Pengembangan Kewirausahaan Sri Lanka Sunil Handunneththi mengatakan sektor industri swasta memiliki lebih dari 400.000 lowongan kerja dan terus menghadapi kekurangan pekerja terampil maupun tidak terampil.
Sang menteri mengatakan peluang kerja tersedia di sektor-sektor seperti konstruksi, ubin dan perlengkapan, alas kaki, produk kulit, dan otomotif, seraya menyerukan kepada para pejabat untuk menciptakan proses terstruktur untuk menempatkan kaum muda yang telah direhabilitasi di industri-industri tersebut setelah pelatihan yang sesuai.
Para pejabat mengatakan sekitar 10.000 anak muda yang telah direhabilitasi telah menerima pelatihan vokasi di berbagai bidang. Sekitar 800 orang direhabilitasi setiap tahun melalui pusat-pusat di Vavuniya, Senapura, dan Kandakadu sebelum diintegrasikan kembali ke masyarakat dengan keterampilan vokasi.





