Sri Lanka akan salurkan pemuda pascarehabilitasi narkoba ke swasta

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Kolombo (ANTARA) - Kementerian Perindustrian dan Pengembangan Kewirausahaan Sri Lanka telah meluncurkan sebuah program untuk membantu anak muda yang telah menyelesaikan rehabilitasi narkoba mendapatkan pekerjaan tetap di sektor swasta, demikian disampaikan kementerian tersebut pada Selasa (30/6).

Program itu akan dilaksanakan bersama Badan Nasional Pengendalian Narkotika Berbahaya, Biro Rehabilitasi, serta Komisi Pendidikan Tinggi dan Vokasi Sri Lanka. Program tersebut bertujuan untuk menyediakan pelatihan vokasi dan menghubungkan kaum muda yang telah direhabilitasi dengan pekerjaan di industri yang menghadapi kekurangan tenaga kerja.

Menteri Perindustrian dan Pengembangan Kewirausahaan Sri Lanka Sunil Handunneththi mengatakan sektor industri swasta memiliki lebih dari 400.000 lowongan kerja dan terus menghadapi kekurangan pekerja terampil maupun tidak terampil.

Sang menteri mengatakan peluang kerja tersedia di sektor-sektor seperti konstruksi, ubin dan perlengkapan, alas kaki, produk kulit, dan otomotif, seraya menyerukan kepada para pejabat untuk menciptakan proses terstruktur untuk menempatkan kaum muda yang telah direhabilitasi di industri-industri tersebut setelah pelatihan yang sesuai.

Para pejabat mengatakan sekitar 10.000 anak muda yang telah direhabilitasi telah menerima pelatihan vokasi di berbagai bidang. Sekitar 800 orang direhabilitasi setiap tahun melalui pusat-pusat di Vavuniya, Senapura, dan Kandakadu sebelum diintegrasikan kembali ke masyarakat dengan keterampilan vokasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Pemerintah Pungut Pajak Via Marketplace: Ekonomi Membaik, Pajak Naik 23%
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Inflasi Juni 2026 Melonjak 3,34 Persen, Sektor Transportasi Kini Jadi Pemicu Utama
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Morbidelli T250X, Motor Adventure 250 cc Berbanderol Rp51,9 Juta
• 59 menit lalumedcom.id
thumb
Akademisi Gugat Pengangkatan Adies Kadir sebagai Hakim MK ke PTUN, Nilai Proses Seleksi Tak Transparan
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Thailand Tak Lagi Kejar Jumlah Turis, Kini Bidik Wisatawan Gemar Belanja
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.