KOMPAS.com – Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meninjau sejumlah proyek strategis dan infrastruktur energi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan proyek strategis dan fasilitas energi Pertamina berjalan sesuai rencana guna mendukung ketahanan energi nasional.
Agenda diawali dengan peninjauan ke salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), yakni proyek New Grass Root Refinery (NGRR) atau pembangunan kilang baru yang terintegrasi dengan kompleks petrokimia. Proyek ini diproyeksikan mendukung pemenuhan kebutuhan energi sekaligus bahan baku industri nasional.
Dalam kesempatan itu, Iriawan menegaskan bahwa pembangunan NGRR Tuban menjadi fondasi penting untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, Pertamina terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai target.
"Ini merupakan aset strategis nasional. Kehadiran saya di Tuban adalah untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa," ujar Iriawan dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Pertamina Buka Suara soal Hujan Debu di Balikpapan, Sebut Imbas Operasional Awal Kilang Baru
Setelah meninjau proyek kilang, Iriawan melanjutkan kunjungan ke PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Fuel Terminal (FT) Tuban, serta Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur.
FT Tuban berperan sebagai terminal transit strategis yang menerima produk bahan bakar minyak (BBM) melalui kapal tanker maupun jaringan pipa.
Fasilitas tersebut didukung belasan tangki penyimpanan (storage tank) dengan kapasitas total 305.192 kiloliter (KL), yang dirancang menyesuaikan karakteristik penguapan masing-masing jenis BBM.
Dalam kunjungan itu, Iriawan juga meninjau operasional FT Tuban yang mampu mengelola volume penyaluran harian (throughput) sekitar 27.000 KL per hari.
"Kunjungan saya ini sekaligus memastikan bahwa seluruh instrumen di lapangan bekerja secara optimal dalam menjaga pasokan bahan bakar agar tetap aman di berbagai wilayah," katanya.
Baca juga: Kajari Tuban dan 2 Stafnya Menghilang Usai Heboh Video Penggeledahan
Secara geografis, FT Tuban telah berkembang menjadi salah satu poros logistik energi di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus).
Selain melayani wilayah tersebut, terminal ini juga mendukung distribusi BBM ke Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, hingga Timor-Leste.
Dalam kesempatan yang sama, Iriawan mengapresiasi keberadaan Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur yang juga merupakan bagian dari PSN.
Menurutnya, infrastruktur tersebut memegang peran penting dalam peta jalan energi nasional karena diproyeksikan mampu menyuplai sekitar 35 hingga 40 persen kebutuhan LPG nasional.
"Keberadaan terminal ini diharapkan mampu memangkas jalur distribusi, meningkatkan efisiensi logistik, dan memperkuat ketahanan pasokan LPG nasional," ujar Iriawan.
Baca juga: Mafia di Bali Digulung, Modus Oplos LPG 3 Kg dan Modifikasi Tangki Pertalite Rugikan Negara Rp 1,2 Miliar
Menutup kunjungan kerjanya, Iriawan menekankan pentingnya menjaga aspek keselamatan serta keandalan infrastruktur jalur pipa yang menopang sekitar 58 persen penyaluran gas melalui subholding gas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




