pihak MMIX menargetkan 10 jalur mesin, sehingga porsi kapasitas produksi Perseroan berpotensi meroket hingga 1,8 miliar pcs per tahun.
IDXChannel - PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) mengonfirmasi rencananya untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham Perseroan sebanyak 20 juta saham.
Guna merealisasikan rencana tersebut, pihak MMIX mengaku telah menyiapkan anggaran taktis dengan nilai total sekitar Rp9 miliar hingga Rp10 miliar.
"Langkah strategis ini sengaja kami eksekusi sebagai instrumen krusial untuk menjaga stabilitas harga saham di pasar reguler, sekaligus memperkuat struktur permodalan dan menjadi sinyal kuat atas tingginya kepercayaan manajemen terhadap prospek fundamental jangka panjang perusahaan di tengah fase transformasi bisnis yang sedang berjalan," ujar Corporate Secretary MMIX, Synthia Wijaya, dalam keterangan resminya, Rabu (1/7/2026).
Tingginya tingkat kepercayaan manajemen atas prospek jangka panjang bisnis Perseroan, didasarkan pada dua rencana aksi korporasi jumbo yang telah tersedia di pipeline pengembangan usaha MMIX.
Kedua aksi tersebut, salah satunya, yaitu pembangunan pabrik popok bayi baru di Tangerang yang perkembangannya diklaim telah mencapai 99 persen.
Pabrik hasil kolaborasi strategis dengan Fujian Nice Paper (China) di bawah bendera PT Multi Nice Paper Indonesia tersebut memiliki kapasitas produksi awal sebesar 185.000.000 pcs per tahun dan per 1 (satu) jalur mesin.
Dalam hal ini, pihak MMIX menargetkan 10 jalur mesin, sehingga porsi kapasitas produksi Perseroan berpotensi meroket hingga 1,8 miliar pcs per tahun.
Kemampuan manufaktur mandiri secara lokal ini diproyeksikan akan menekan biaya produksi secara drastis (cost efficiency) sekaligus mempertebal margin laba kotor perseroan secara signifikan pada paruh kedua tahun ini.
"Selain itu, katalis kedua yang kami yakini bakal membuat performa bisnis Perseroan semakin kuat, yaitu realisasi kerja sama jumbo dengan PT SAI Indonesia yang telah disahkan pada pertengahan Juni 2026 lalu," ujar Synthia.
Melalui kolaborasi strategis tersebut, MMIX mendapatkan akses eksklusif ke dalam gerbang jaringan distribusi nasional milik SAI yang mencakup lebih dari 45.000 outlet di seluruh wilayah Indonesia.
Dukungan logistik dan kekuatan sales force yang masif ini dipastikan akan mempercepat penetrasi jangkauan lini produk unggulan Perseroan, seperti MIUBaby, MIUtis, dan MIUMask, untuk langsung merangsek ke berbagai kanal ritel modern papan atas hingga ke jaringan pasar tradisional (traditional trade).
Sinergi hulu ke hilir ini membuat manajemen MMIX semakin siap mengejar target kinerja keuangan sepanjang 2026, di mana pertumbuhan omzet dipatok mampu melonjak tajam hingga 90 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Lini bisnis Baby Care melalui brand MIUBaby diproyeksikan menjadi mesin pendulang cuan utama dengan kontribusi mencapai 40-50% dari total pendapatan.
Tren cemerlang ini sebenarnya sudah terkonfirmasi sejak kuartal pertama tahun ini, di mana MMIX sukses membukukan lonjakan laba bersih sebesar 21 persen secara tahunan yang membuktikan bahwa mesin bisnis Perseroan sudah mulai panas untuk mempercepat pertumbuhan secara berkelanjutan.
Karenanya, Synthia menjelaskan, aksi buyback sebanyak 20 juta lembar saham kali ini pada akhirnya tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas harga di bursa, melainkan juga menjadi bukti otentik komitmen manajemen dalam mengawal transformasi bisnis dari distributor menjadi produsen personal care terintegrasi.
Momentum pengumuman intervensi pasar ini juga dinilai sangat harmonis dengan rangkaian agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar perseroan pada akhir Juni 2026 yang turut membahas update kemajuan pabrik dan strategi ekspansi.
Di mata para pelaku pasar modal dan investor, perpaduan antara alokasi dana buyback, kesiapan pabrik baru, dan jaminan distribusi nasional akan menempatkan MMIX sebagai salah satu emiten konsumsi yang paling diunggulkan tahun ini.
(taufan sukma)





