JAKARTA, KOMPAS.com - Demo pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gerakan Ojol Indonesia Bersatu (GOIB) di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026), menyuarakan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di lapangan.
Koordinator Aksi GOIB, Irfan Smandu, mengatakan persoalan ketersediaan Pertalite menjadi salah satu dari lima tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah dalam aksi tersebut.
"Menyikapi perkembangan dinamika kebijakan ojol, GOIB memutuskan untuk menggelar aksi pada hari Kamis, 2 Juli 2026," kata Irfan saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis.
Baca juga: Ada Demo Ojol dan Mahasiswa Hari Ini, Waspada Macet di 3 Titik
Selain persoalan BBM, massa aksi juga meminta agar potongan komisi sebesar 8 persen benar-benar diterapkan untuk seluruh layanan ojek online tanpa adanya biaya tambahan yang dinilai membebani mitra.
GOIB juga mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Lembaran Negara atas Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026, menghadirkan regulasi tarif yang adil untuk layanan pengantaran makanan dan barang.
Selain itu, para pengemudi juga meminta pemerintah memastikan skema perhitungan potongan 8 persen diterapkan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022 tanpa embel-embel biaya lain dari aplikator.
Irfan mengatakan aksi penyampaian pendapat para driver ini dimulai dengan titik kumpul di kawasan Taman Lapangan Banteng pada pukul 13.00 WIB sebelum massa bergerak menuju Silang Selatan Monas.
Adapun keikutsertaan para pengemudi dalam aksi tersebut murni atas kesadaran masing-masing dan tidak ada pihak yang memaksa ataupun membiayai demonstrasi.
"Kami demo itu dari hati ya, tanpa ada tendensi apa pun, tanpa ditunggangi, dan dibiayai siapa pun. Memang benar-benar kami ojol sungguhan yang menyuarakan aspirasi pendapat kami di muka umum," ujar Irfan.
Baca juga: Demo Ojol Digelar di 2 Titik Jakarta Pusat, Hindari Ruas Jalan Berpotensi Macet
GOIB juga memastikan tidak ada instruksi kepada mitra ojol maupun pengemudi taksi online untuk mematikan aplikasi atau off bid secara massal selama aksi berlangsung.
"Soal off bid atau tidak off bid kan itu kembali ke hati nurani masing-masing dan kita tidak bisa memaksakan. Saya tidak pernah menyerukan di kalangan ojol maupun taksi online untuk off bid massal," ucap Irfan.
Berikut lima tuntutan demonstrasi para pengemudi ojek online:
1. Mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera menerbitkan Lembar Negara dari Perpres No. 27 Tahun 2026;
2. Potongan 8 persen wajib berlaku untuk semua layanan ojek online;
3. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan bahan bakar Pertalite, yang semakin hari semakin langka di lapangan;





