MADRID, KOMPAS.TV - Gelombang panas Spanyol yang mematikan dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang sepanjang bulan Juni.
Spanyol memang telah mencatat rekor suhu terpanas pada paruh pertama tahun ini.
Pada Rabu (1/7/2026), Institut Kesehatan Carlos III Spanyol, mengatakan dalam laporannya setidaknya telah terjadi 1.028 kematian terkait suhu panas pada bulan lalu.
Baca Juga: Netanyahu Bercanda Turun Berat Badan saat Tanggapi Perang dengan Hamas, Malah Berujung Dihujat
Dikutip dari France24, jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan pada bulan yang sama tahun lalu yang tercatat mencapai 407 kematian.
Jumlah pada tahun ini juga menjadi angkatan kematian tertinggi akibat suhu panas pada Juni sejak tahun 2015.
Pada 23 Juni, saat gelombang panas terjadi, 37,5 juta orang, yang mencakup 73 persen populasi Spanyol, terpapar risiko kesehatan.
Badan Meteorologi Spanyol, Aemet, menyatakan Juni lalu menjadi terpanas kedua yang pernah tercatat di negara tersebut. Suhu rata-rata sekitar 3,2 derajat celsius di atas suhu normal.
“Paruh pertama 2026 menjadi periode terhangat bagi seluruh wilayah Spanyol sejak pencatatan dimulai, dengan suhu 1,6 derajat celsius di atas normal,” tulis Aemet dalam unggahannya di media sosial X.
Gelombang panas terbaru telah melanda Eropa, dengan banyak wilayahnya mencatat rekor suhu panas. Suhu di atas 40 derajat celsius telah memecahkan rekor di Prancis, Jerman, dan negara Eropa lainnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : France24
- gelombang panas
- spanyol
- menewakan 1000 orang
- mematikan
- suhu terpanas





