Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI memastikan lokomotif dan kereta pembangkit berbasis diesel siap menggunakan biodiesel B50.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kesiapan KAI sejalan dengan mandatori biodiesel B50 yang mulai diberlakukan pemerintah pada 1 Juli 2026.
KAI mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat pemanfaatan energi nabati berbasis sumber daya dalam negeri. Dukungan tersebut dilakukan melalui kesiapan sarana, uji terap teknis, serta penguatan aspek keselamatan dan keandalan operasi.
“Dari sisi sarana, seluruh lokomotif dan sarana diesel KAI telah siap menerapkan B50 setelah melalui uji terap teknis serta penguatan aspek keselamatan operasional,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).
Dalam praktiknya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan penerapan B50 disertai masa transisi selama 3 bulan sebagai ruang penyesuaian di lapangan, termasuk pengelolaan stok lama dan proses menuju penggunaan B50 secara penuh.
Pasalnya, penggunaan B50 pada sarana perkeretaapian membutuhkan kesiapan teknis yang terukur. Karena itu, KAI melakukan pengujian, pemantauan, dan evaluasi agar penerapannya tetap selaras dengan standar keselamatan operasi kereta api.
Baca Juga
- Pertamina Salurkan B50 Lewat Biosolar dan Dexlite Mulai 1 Juli 2026
- Resmi! Solar Jenis Baru B50 Meluncur 1 Juli 2026
- Pemerintah Resmi Terbitkan Standar Teknis B50, Ini Daftar Parameter Mutunya
Pengujian yang telah dilakukan sejak April tersebut untuk memastikan penggunaan B50 sesuai dengan karakteristik operasi kereta api, baik pada lokomotif maupun kereta pembangkit.
Pada lokomotif, pengujian diarahkan untuk melihat respons mesin saat menggunakan B50 dalam pola operasi perjalanan kereta api. Pemantauan dilakukan terhadap performa mesin, stabilitas pembakaran, konsumsi bahan bakar, serta kondisi komponen utama agar sarana tetap andal saat melayani perjalanan pelanggan.
Sementara pada kereta pembangkit, pengujian dilakukan melalui pemeriksaan performa genset, konsumsi bahan bakar, emisi, kondisi filter, serta ketahanan operasi. Tahapan tersebut penting karena kereta pembangkit berperan menjaga pasokan listrik untuk mendukung kenyamanan pelanggan selama perjalanan.
Dari sisi keberlanjutan, penerapan B50 memperkuat kontribusi KAI dalam agenda transisi energi nasional. Peningkatan bauran biodiesel membantu memperbesar pemanfaatan energi terbarukan dalam negeri, menekan penggunaan solar fosil, serta mendukung upaya pengurangan emisi di sektor transportasi.
Adapun, KAI juga telah menggunakan biodiesel secara bertahap dalam operasional sarana diesel, mulai dari B35 hingga B40. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kesiapan KAI dalam memasuki tahapan B50 dengan pendekatan teknis yang aman, terukur, dan sesuai kebutuhan operasi.
“Seluruh sarana diesel telah kami siapkan sehingga transisi energi ini dapat berjalan dengan tetap menjaga keselamatan perjalanan, keandalan operasi, dan kualitas layanan kepada masyarakat,” tutup Anne.
Pada 2025, penggunaan biodiesel B40 pada layanan kereta api jarak jauh mencatat total emisi karbon sebesar 127.315.192 kg CO₂e atau sekitar 127.300 ton dari 47,4 juta pelanggan.
Memasuki 2026, tren keberlanjutan ini terus berlanjut. Hingga kuartal I/2026, volume pelanggan kereta api jarak jauh tercatat sebanyak 14.515.350 pelanggan, dengan estimasi emisi sekitar 38.900 ton CO₂e yang tetap terjaga seiring konsistensi penggunaan bahan bakar berbasis biodiesel.
Dalam skala mobilitas yang sama, penggunaan kendaraan pribadi berpotensi menghasilkan emisi yang jauh lebih tinggi. Rata-rata emisi perjalanan kendaraan pribadi dapat mencapai sekitar 36–45 kg CO₂ per penumpang untuk jarak menengah, sementara kereta api sekitar 2,7 kg CO₂ per penumpang. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kereta api mampu menekan emisi hingga sekitar 90 persen per perjalanan.
Dengan volume pelanggan tersebut, penggunaan kereta api diperkirakan telah berkontribusi pada potensi pengurangan emisi sekitar 480.000 hingga 610.000 ton CO₂e dibandingkan apabila perjalanan dilakukan menggunakan kendaraan pribadi.




