Andra Soni Minta Bupati-Wali Kota Banten Waspadai Potensi Kebakaran di TPA

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Banten Andra Soni meminta seluruh bupati dan wali kota di Provinsi Banten mewaspadai potensi kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) di wilayah masing-masing.

Imbauan itu disampaikan menyusul kebakaran yang masih terjadi di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Kebakaran tersebut diketahui telah memasuki hari ketiga pada Kamis (2/7).

Andra mengatakan, pemerintah daerah perlu memastikan kondisi TPA terus dipantau, terutama di tengah cuaca panas yang meningkatkan risiko kebakaran.

"Saya mengingatkan kepada bupati wali kota se-Provinsi Banten untuk meninjau memastikan TPA-TPA mereka, TPA-TPA yang ada di lokasi untuk dimonitor. Karena cuacanya panas sekali," kata Andra kepada wartawan di TPA Jatiwaringin.

Ia mengatakan, saat ini penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah pusat dan daerah. Sejumlah instansi, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, BPBD, hingga BNPB, dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.

"Saat ini semua sedang berupaya untuk menangani kebakaran TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang. Di mana dari KLHK pusat juga hadir hari ini, kemudian bantuan dari BPBD apa dari badan penanggulangan bencana, helikopter nanti jam dua lagi," ujarnya.

Menurut Andra, proses pemadaman menghadapi tantangan karena cuaca panas dan adanya gas yang terkandung di dalam timbunan sampah. Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran.

"Dan ini situasi semakin buruk karena cuaca, dan kemudian kan di dalam tumpukan sampah yang sudah berpuluh-puluh tahun ini juga mengandung gas yang bisa menjadi sumber kebakaran dan diminta kepada masyarakat untuk menjauhi lokasi ini, teman-teman wartawan juga secukupnya kalau sudah selesai bisa meninggalkan lokasi ini karena ini ada potensi apa namanya apinya belum bisa terkendali," kata dia.

Andra mengatakan, kebakaran seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya, musim kemarau tahun ini menjadi salah satu yang paling panjang dalam beberapa dekade terakhir sehingga meningkatkan risiko kebakaran.

"Tapi disampaikan oleh KLHK tadi Kementerian LHK bahwa situasi ini pernah terjadi seperti ini. Dan memang dilaporkan oleh Bapak Bupati bahwa tiga puluh tahun terakhir ini apa namanya musim panas yang sangat terik dan agak panjang," ujarnya.

Ia berharap kebakaran dapat segera teratasi dalam satu hingga dua hari ke depan.

"Harapan kita mungkin dalam satu dua hari ini bisa teratasi ya, dan walaupun kita sadar bahwa hari sekarang ini adalah mulai musim panas tapi tentu kita berharap juga mukjizat dari Yang Maha Kuasa untuk ada hujan supaya bisa lebih cepat," tutup Andra.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyek Drainase Jalan Prof. Dr Moestopo Kapan Rampung?
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Foto: Yunani Dilanda Kebakaran Hutan Akibat Cuaca Ekstrem
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
9 Drama Korea Terbaru Tayang Juli 2026, Ada Sageuk hingga Romantis
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Percepat Huntap, Kasatgas Tito Dukung Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Memahami Fenomena Ayah yang Hadir Secara Fisik Namun Absen Secara Emosional
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.