Jakarta, CNBC Indonesia — Perbankan ramai-ramai menerbitkan obligasi di tengah ketatnya persaingan likuiditas. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terdapat tujuh bank yang tahun ini menerbitkan obligasi.
Di antaranya, salah satu big banks RI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang pada bulan Maret lalu menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II tahun 2026. Obligasi itu terdiri dari tiga seri, dan total dana yang diincar sekitar Rp4,4 triliun.
Selanjutnya, bank pembangunan daerah (BPD) pentolan, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) alias BJB yang terbit pada April 2026 lalu. Yakni, Obligasi Keberlanjutan I Bank BJB Tahap II Tahun 2026 yang terdiri dari membidik total dana sekitar Rp1 triliun.
Pada bulan April 2026, PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) turut menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Bank Mandiri Taspen Tahap II Tahun 2026 Seri A dan Seri B. Total dana yang diincar sekitar Rp1,5 triliun.
Bank-bank swasta juga menerbitkan obligasi. PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) telah menerbitkan obligasi satu seri pada bulan Februari 2026, dan pada bulan Juni 2026. PT Bank UOB Indonesia telah menerbitkan obligasi satu seri pada Januari lalu, dan akan menerbitkan obligasi tiga seri pada bulan Juli ini.
Pada bulan Juli ini, PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) tengah bersiap menerbitkan obligasi dua seri dan PT Bank Victoria International Tbk. (BVIC) akan menerbitkan obligasi satu seri.
Menurut, Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan keadaan ini tidak terlepas dari persaingan likuiditas pasar yang ketat. Namun, hal ini tidak serta merta menunjukkan bahwa industri perbankan.
"Langkah ini lebih merupakan strategi pendanaan agar bank memperoleh sumber dana jangka menengah dan panjang yang lebih stabil di tengah pertumbuhan kredit yang tetap tinggi, biaya dana yang meningkat, dan persaingan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang semakin intensif," kata Trioksa kepada CNBC Indonesia, Kamis (2/7/2026).
Dengan menerbitkan obligasi, kata dia, bank dapat menjaga struktur pendanaan tetap sehat, mengurangi ketergantungan pada deposito yang lebih mahal, serta mempertahankan kemampuan menyalurkan kredit tanpa menekan margin keuntungan.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google




