JAKARTA, KOMPAS.com – Pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, ternyata berawal dari keluhan warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi kemacetan di sekitar perlintasan kereta api.
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI-P, Hardiyanto Kenneth, mengatakan usulan pembangunan flyover muncul saat dirinya menggelar reses di kawasan Latumenten pada 2024.
Saat itu, warga meminta solusi atas kemacetan yang kerap terjadi akibat padatnya arus kendaraan dan aktivitas buka-tutup perlintasan kereta api.
"Pada 2024 lalu saya ada kunjungan kerja ke daerah sini (Latumenten) saat reses. Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," kata Kenneth dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Flyover Latumenten Jakbar Akan Dilengkapi Halte Transjakarta dan Lift Disabilitas
Saat aspirasi tersebut disampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memiliki anggaran untuk merealisasikan pembangunan flyover.
Karena itu, Kennet terlebih dahulu meminta dilakukan kajian guna memastikan solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan kemacetan di kawasan tersebut.
Setelah kajian selesai, proyek Flyover Latumenten masuk ke tahap lelang dan mulai dikerjakan pada penghujung 2025.
"Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai on time seperti yang diharapkan Pak Gubernur," ujar Kenneth.
Kini proyek senilai Rp 259 miliar itu memasuki tahap konstruksi dengan progres mencapai 55,2 persen.
"Progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," kata Kenneth
Baca juga: Pelintasan Sebidang Akan Ditutup, Pramono Yakin Flyover Latumenten Jakbar Urai Kemacetan
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pembangunan Flyover Latumenten ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.
Proyek tersebut menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI karena berada di kawasan yang selama ini dikenal sebagai titik kemacetan.
"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena apa? Di sini kalau dilihat pagi, sore, siang selalu kemacetannya tinggi sekali," kata Pramono saat meninjau pembangunan flyover.
Menurut Pramono, usulan pembangunan Flyover Latumenten langsung menjadi prioritas karena diyakini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah kawasan, seperti Grogol, Pluit, hingga Slipi.
"Maka ketika saya mendapatkan usulan tentang Flyover Latumenten untuk segera dikerjakan, saya menyampaikan bahwa ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di daerah Grogol, Pluit, Slipi, dan sebagainya," ujarnya.
Baca juga: Progres Sudah 55 Persen, Flyover Latumenten Jakbar Ditargetkan Rampung Desember 2026





