Kriminolog: Semua Kelompok Masyarakat Rentan Terjerat Judol, Tekanan Ekonomi Salah Satu Pemicu

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon menilai hampir seluruh kelompok masyarakat rentan terjerat judi online (judol).

Ia mengatakan, seseorang dapat terjerat judol dengan latar belakang dan alasan yang berbeda-beda sehingga penyebabnya tidak bisa disimpulkan hanya berasal dari satu faktor.

"Kalau menurut saya, saya melihat sih semua ya (rentan terjerat judol). Jadi, kalau dalam hal ini sih hampir semua itu rentan ya, termasuk golongan yang mampu," ungkap Josias saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: Lebih dari Sekedar Hiburan, Pantomim Jadi Medium Kritik Sosial yang Tak Lekang oleh Zaman

Menurut dia, motivasi setiap orang bermain judol juga beragam sehingga penyebabnya tidak bisa disamaratakan.

Meski demikian, Josias mengakui tekanan ekonomi tetap menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian kelompok masyarakat lebih rentan terjerat judol.

Karena itu, masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah cenderung lebih mudah terdorong bermain judol ketika menghadapi kebutuhan hidup yang mendesak.

"Tapi memang kalau terkait dengan masalah ekonomi, kebutuhan mendesak, memang menengah ke bawah yang kemudian condong ke sana gitu dibandingkan yang mampu," jelas dia.

Ia menambahkan, di wilayah perkotaan, beban pemenuhan kebutuhan hidup yang semakin berat, ditambah jeratan pinjaman online, membuat sebagian orang memandang judol sebagai jalan keluar. Padahal, sebelumnya mereka hanya menganggapnya sebagai hiburan.

"(Kehidupan) Perkotaan yang kemudian pemenuhan kebutuhannya yang terasa berat dan segala macam pinjaman online, dan lari ke judi online yang tadinya permainan, sekadar hiburan. Nah inilah relasinya menyambung begitu loh ke judi online," tambah dia.

Sebelumnya diberitakan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan empat wilayah yang memiliki jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia pada 2025.

Baca juga: KRL Green Line Sempat Terlambat, Penumpang Menumpuk di Peron 5-6 Stasiun Tanah Abang

DKI Jakarta termasuk 10 wilayah pemain judol terbanyak yang menyumbang empat wilayah, dengan yang terbesar di Jakarta Barat.

Selain itu, Jawa Barat empat wilayah, dan dua wilayah ada di Banten.

Berdasarkan data PPATK, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi wilayah dengan pemain judol terbanyak di Indonesia.

Kabupaten Bogor tercatat mempunyai 103.092 pemain dengan total nilai deposito mencapai Rp 414,4 miliar.

Kemudian,di peringkat dua, ada Jakarta Barat dengan 89.320 pemain judol dan total nilai depositonya sebesar Rp 600,6 miliar.

Sementara itu, ada 81.750 pemain judol di Kota Jakarta Timur dengan total nilai deposito Rp 425,9 miliar.

PPATK menyebutkan, dari lima kecamatan dengan pemain judi online terbanyak, empat di antaranya ada di Jakarta.

Baca juga: Massa Demo Ojol Bubar, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakpus Kembali Dibuka

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Pemetaan hingga tingkat kecamatan menunjukkan adanya titik-titik dengan konsentrasi pemain judi online yang jauh lebih tinggi dibanding rata-rata wilayahnya,” ujar PPATK di media sosialnya.

Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat berada di peringkat pertama. Sementara Kecamatan Cakung di Jakarta Timur menduduki posisi kedua dan disusul Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara di posisi ketiga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebaiknya Shalat Tahajud Berapa Rakaat? Simak Panduan Jumlah yang Dianjurkan Rasulullah
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Mendagri Dorong Skema Baru Percepat Pembangunan Huntap
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Komoditas: Minyak Mentah Naik Tipis, Timah Turun 1,3 Persen
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Hotel di Balige Ini Tawarkan Pemandangan Indah Danau Toba
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkab Pinrang Uji Coba AI Drone untuk Tekan Biaya Produksi dan Tingkatkan Produktivitas Pertanian
• 20 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.