Jakarta (ANTARA) - Perusahaan manajer investasi Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai pemilihan aset investasi secara selektif menjadi kunci menjaga kinerja portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, meski perekonomian dunia masih menunjukkan ketahanan pada paruh kedua 2026.
Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menjelaskan ketidakpastian global masih dipengaruhi harga minyak yang bertahan tinggi, inflasi yang masih berada di atas target di sebagian besar negara maju, serta potensi meningkatnya volatilitas menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).
"Setelah sempat terganggu oleh kebijakan tarif AS, kondisi geopolitik di Timur Tengah kini mulai menunjukkan stabilisasi. Namun, sejumlah faktor masih perlu dicermati investor, termasuk harga energi, inflasi, dan dinamika politik di AS yang berpotensi mempengaruhi sentimen pasar," ujar Tim CIO AllianzGI dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.
Penilaian tersebut disampaikan AllianzGI dalam laporan House View Kuartal III-2026 bertajuk Menahan Guncangan yang menyoroti prospek pasar global serta strategi investasi menghadapi berbagai risiko ekonomi dan geopolitik.
Menurut AllianzGI, skenario dasarnya masih menunjukkan ekonomi global yang resilien. Namun, pasar saat ini lebih mencerminkan berkurangnya risiko dibandingkan hilangnya risiko secara keseluruhan.
Ketahanan ekonomi global tersebut didukung berlanjutnya investasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kondisi keuangan yang masih mendukung, serta ketahanan konsumsi rumah tangga dan dunia usaha.
Perusahaan menilai pendekatan investasi yang hanya mengikuti pergerakan pasar secara umum tidak lagi memadai untuk menghasilkan imbal hasil yang optimal.
Kemampuan memilih negara, sektor, dan instrumen investasi secara aktif dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kinerja portofolio di tengah perubahan kondisi pasar.
"Bagi investor, yang penting bukan hanya arah pergerakan pasar, tetapi juga berbagai kemungkinan hasil yang dapat terjadi. Risiko inflasi yang tetap tinggi serta prospek suku bunga mendorong perhatian investor ke aset yang menawarkan karakteristik value, income, dan quality," ujar Tim CIO AllianzGI.
Pada pasar saham, AllianzGI menilai saham berkarakteristik value masih memiliki prospek yang menarik, terutama di tengah pasar yang masih didorong perkembangan AI.
Selain memberikan manfaat diversifikasi, segmen tersebut dinilai oleh perusahaan berpotensi memperoleh dukungan dari kondisi suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama, sekaligus mencerminkan kembali fokus investor pada fundamental perusahaan.
Perseroan juga menilai perkembangan infrastruktur AI mulai bergeser dari tahap pelatihan model menuju implementasi dalam skala yang lebih luas, sehingga membuka peluang investasi yang lebih beragam, termasuk pada sektor semikonduktor, pusat data, dan teknologi pendukung lainnya.
Pada instrumen pendapatan tetap, AllianzGI menilai pengelolaan aktif terhadap eksposur obligasi pemerintah serta fokus pada instrumen kredit berkualitas tinggi dapat membantu meredam volatilitas pasar.
Perusahaan juga lebih mengunggulkan obligasi berperingkat investment grade di AS dan Eropa dibandingkan obligasi dengan imbal hasil tinggi.
"Meskipun kondisi geopolitik masih penuh ketidakpastian, kami tetap berpandangan positif terhadap pasar saham, terutama dari perspektif sistematis dibandingkan fundamental, dengan preferensi pada pasar AS dan negara berkembang dibandingkan Eropa dan Jepang," kata Tim CIO AllianzGI.
Di pasar negara berkembang, AllianzGI menilai peluang investasi tetap menarik, namun memerlukan pendekatan yang selektif, misalnya dengan memilih negara pengekspor minyak dibandingkan negara pengimpor minyak.
Lebih lanjut, perseroan juga menyampaikan pandangan positif terhadap obligasi Pemerintah Peru bertenor 15 tahun dan obligasi Pemerintah Brasil bertenor 10 tahun dalam mata uang lokal.
Selain itu, AllianzGI tetap berpandangan positif terhadap emas sebagai instrumen diversifikasi di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap independensi bank sentral dan prospek dolar AS. Komoditas dengan posisi long juga dinilai masih menjadi salah satu instrumen diversifikasi portofolio.
"Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, penggunaan strategi opsi dapat meningkatkan diversifikasi portofolio," kata Tim CIO AllianzGI.
Baca juga: AllianzGI: Stabilitas makro RI perkuat daya tarik emas bagi investor
Baca juga: AllianzGI: Pasar obligasi RI tetap menarik dalam ketidakpastian global
Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menjelaskan ketidakpastian global masih dipengaruhi harga minyak yang bertahan tinggi, inflasi yang masih berada di atas target di sebagian besar negara maju, serta potensi meningkatnya volatilitas menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).
"Setelah sempat terganggu oleh kebijakan tarif AS, kondisi geopolitik di Timur Tengah kini mulai menunjukkan stabilisasi. Namun, sejumlah faktor masih perlu dicermati investor, termasuk harga energi, inflasi, dan dinamika politik di AS yang berpotensi mempengaruhi sentimen pasar," ujar Tim CIO AllianzGI dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.
Penilaian tersebut disampaikan AllianzGI dalam laporan House View Kuartal III-2026 bertajuk Menahan Guncangan yang menyoroti prospek pasar global serta strategi investasi menghadapi berbagai risiko ekonomi dan geopolitik.
Menurut AllianzGI, skenario dasarnya masih menunjukkan ekonomi global yang resilien. Namun, pasar saat ini lebih mencerminkan berkurangnya risiko dibandingkan hilangnya risiko secara keseluruhan.
Ketahanan ekonomi global tersebut didukung berlanjutnya investasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kondisi keuangan yang masih mendukung, serta ketahanan konsumsi rumah tangga dan dunia usaha.
Perusahaan menilai pendekatan investasi yang hanya mengikuti pergerakan pasar secara umum tidak lagi memadai untuk menghasilkan imbal hasil yang optimal.
Kemampuan memilih negara, sektor, dan instrumen investasi secara aktif dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kinerja portofolio di tengah perubahan kondisi pasar.
"Bagi investor, yang penting bukan hanya arah pergerakan pasar, tetapi juga berbagai kemungkinan hasil yang dapat terjadi. Risiko inflasi yang tetap tinggi serta prospek suku bunga mendorong perhatian investor ke aset yang menawarkan karakteristik value, income, dan quality," ujar Tim CIO AllianzGI.
Pada pasar saham, AllianzGI menilai saham berkarakteristik value masih memiliki prospek yang menarik, terutama di tengah pasar yang masih didorong perkembangan AI.
Selain memberikan manfaat diversifikasi, segmen tersebut dinilai oleh perusahaan berpotensi memperoleh dukungan dari kondisi suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama, sekaligus mencerminkan kembali fokus investor pada fundamental perusahaan.
Perseroan juga menilai perkembangan infrastruktur AI mulai bergeser dari tahap pelatihan model menuju implementasi dalam skala yang lebih luas, sehingga membuka peluang investasi yang lebih beragam, termasuk pada sektor semikonduktor, pusat data, dan teknologi pendukung lainnya.
Pada instrumen pendapatan tetap, AllianzGI menilai pengelolaan aktif terhadap eksposur obligasi pemerintah serta fokus pada instrumen kredit berkualitas tinggi dapat membantu meredam volatilitas pasar.
Perusahaan juga lebih mengunggulkan obligasi berperingkat investment grade di AS dan Eropa dibandingkan obligasi dengan imbal hasil tinggi.
"Meskipun kondisi geopolitik masih penuh ketidakpastian, kami tetap berpandangan positif terhadap pasar saham, terutama dari perspektif sistematis dibandingkan fundamental, dengan preferensi pada pasar AS dan negara berkembang dibandingkan Eropa dan Jepang," kata Tim CIO AllianzGI.
Di pasar negara berkembang, AllianzGI menilai peluang investasi tetap menarik, namun memerlukan pendekatan yang selektif, misalnya dengan memilih negara pengekspor minyak dibandingkan negara pengimpor minyak.
Lebih lanjut, perseroan juga menyampaikan pandangan positif terhadap obligasi Pemerintah Peru bertenor 15 tahun dan obligasi Pemerintah Brasil bertenor 10 tahun dalam mata uang lokal.
Selain itu, AllianzGI tetap berpandangan positif terhadap emas sebagai instrumen diversifikasi di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap independensi bank sentral dan prospek dolar AS. Komoditas dengan posisi long juga dinilai masih menjadi salah satu instrumen diversifikasi portofolio.
"Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, penggunaan strategi opsi dapat meningkatkan diversifikasi portofolio," kata Tim CIO AllianzGI.
Baca juga: AllianzGI: Stabilitas makro RI perkuat daya tarik emas bagi investor
Baca juga: AllianzGI: Pasar obligasi RI tetap menarik dalam ketidakpastian global





