Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Kunjung Padam dan Dampaknya Bagi Warga

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih belum sepenuhnya padam setelah berlangsung lebih dari 43 jam sejak pertama kali terjadi pada Selasa (30/6/2026).

Hingga Kamis (2/7/2026), petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api yang telah melahap sekitar 15 hektar area TPA.

Meski penyiraman terus dilakukan dari darat dan udara, asap tebal masih terlihat keluar dari berbagai titik timbunan sampah.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengapa kebakaran di TPA Jatiwaringin begitu sulit dipadamkan dibandingkan kebakaran pada umumnya.

Baca juga: Akses Jalan Sukadiri–Rajeg Tangerang Ditutup Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin

Cuaca Kering dan Angin Kencang Percepat Penyebaran Api

Salah satu faktor utama yang membuat kebakaran sulit dikendalikan adalah kondisi cuaca yang tengah memasuki musim kemarau.

Minimnya curah hujan menyebabkan timbunan sampah dalam kondisi kering sehingga mudah terbakar. Di saat yang sama, hembusan angin kencang membuat bara api berpindah dan memicu titik-titik kebakaran baru.

Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, mengatakan api awalnya hanya berupa percikan kecil. Namun, kobaran cepat membesar karena terbawa angin.

"Api tersebut awalnya kecil, karena memang ini sudah masuk musim kemarau, kondisi anginnya kencang," ujar Maesyal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, juga menyebut cuaca kering dan angin kencang menjadi tantangan terbesar bagi petugas di lapangan.

Menurut dia, petugas internal sempat menangani titik api saat masih kecil. Namun, bara yang diterbangkan angin menyebar ke berbagai bagian timbunan sampah sehingga kebakaran meluas dalam waktu singkat.

Baca juga: BNPB Kerahkan 2 Helikopter, Bupati Tangerang: Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Terkendali

Api Berada di Dalam Gunungan Sampah

Faktor lain yang membuat pemadaman berlangsung lama adalah lokasi titik api yang sebagian besar berada di bagian tengah hingga bawah timbunan sampah.

Kondisi tersebut membuat sumber api sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran maupun semprotan air dari permukaan.

Meski area yang terlihat di permukaan telah disiram, bara api di bagian dalam timbunan sampah masih dapat terus menyala dan memunculkan asap dari lokasi lain.

Karena itu, petugas harus menggunakan alat berat untuk membongkar gunungan sampah dan membuka akses menuju sumber api.

Proses ini membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kebakaran bangunan atau lahan terbuka karena petugas harus bekerja di tengah asap pekat dan suhu tinggi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Kualitas Udara TPA Jatiwaringin Tangerang Memburuk, dari 55 Mikrogram Jadi 1.000 Mikrogram


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Was-was Ancaman Israel, Mojtaba Khamenei Tak Akan Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
• 1 jam laludetik.com
thumb
J.D. Vance Bongkar Negosiasi AS–Iran! Israel Siap Serang Lagi, Bagaimana Tokoh-Tokoh Penting Iran?
• 15 jam laluerabaru.net
thumb
Roy Suryo Singgung Daftar Nama Dalam Dakwaan Dokter Tifa
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Menlu Sugiono Ungkap Garis Besar Kunjungan Presiden Lukashenko
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Bikin Geregetan! Ini 4 Rekomendasi Drama Korea tentang Perselingkuhan, Salah Satunya Dibintangi Shin Hae Sun
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.