TANGERANG, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut modifikasi cuaca atau hujan buatan untuk memadamkan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang terkendala awan.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Djohan Darmawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dua unit TMC yang akan dioperasikan untuk modifikasi cuaca.
Namun upaya tersebut belum dapat dilakukan lantaran masih menunggu rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Kita menunggu dari BMKG apakah ada awan di atas karena TMC itu kan modifikasi cuaca," ujar Djohan saat ditemui di lokasi kebakaran, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Kunjung Padam dan Dampaknya Bagi Warga
Djohan juga belum bisa menjelaskan alat yang akan digunakan untuk modifikasi cuaca.
Menurut dia, rekomendasi BMKG sangat diperlukan lantaran dalam skema modifikasi cuaca perlu adanya awan.
"TMC itu kan modifikasi cuaca sehingga kita perlu ada awan untuk menyirami garam," kata dia.
Sementara itu, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Rizal Irawan mengatakan, saat ini pemadaman masih mengandalkan jalur darat oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang dan jalur udara menggunakan helikopter BNPB.
Menurut Rizal, opsi hujan buatan telah disiapkan, tetapi belum bisa dijalankan karena faktor cuaca.
"Belum dapat dilaksanakan karena kondisi awan belum memenuhi persyaratan teknis," kata Rizal.
Adapun kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6/2026). Hingga Kamis malam, api masih terlihat di sejumlah titik timbunan sampah.
Sementara proses pemadaman masih terus dilakukan hingga kondisi api benar-benar padam dan tidak lagi menimbulkan asap tebal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang