Eksportir Jateng Lirik Jordan dan Pasar Afrika

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - Pengusaha Jawa Tengah melirik peluang perdagangan di negara-negara nontradisional seperti Jordan dan Libya.

Langkah itu diambil setelah eksportir merasakan kian sulitnya bersaing di negara mitra dagang utama seperti Amerika Serikat ataupun negara-negara Eropa.

"Kami melakukan business matching dan business meeting untuk memperkenalkan produk yang bisa kami tawarkan. Kami baru saja berkunjung ke Eropa, itu stuck. Tetapi ketika ke Libya, kami bisa membawa 15 Letter of Intent (LoI)," tutur Ade Siti Muksodah, Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (2/7/2026).

Pasar ekspor untuk negara-negara nontradisional di Asia dan Afrika, kata Ade, masih sangat menjanjikan. Komoditas rempah, minyak kemiri, teh, kopi, hingga aneka olahan makanan seperti kerupuk dan mie menjadi primadona di negara-negara tersebut.

"Kami memberikan masukan, pasar di luar AS dan Eropa itu masih terbuka sangat lebar. GPEI sudah menjajaki Tripoli dan Benghazi, sudah naik 30 kontainer furnitur untuk menengah ke bawah, 12 kontainer furnitur menengah ke atas juga dikirim ke Jordan," ungkap Ade.

Di sisi lain, Ade mengungkapkan bahwa eksportir Jawa Tengah hingga hari ini masih terkendala oleh naiknya ongkos logistik akibat perang yang terjadi antara Amerika Serikat-Iran.

Konflik di Selat Hormuz ikut mengganggu pasokan bahan bakar serta rute perdagangan internasional. Imbasnya, eksportir di negara berkembang seperti Indonesia ikut terdampak akibat kenaikan biaya logistik.

"Kami mengalami hambatan logistik, mahal sekali. Yang membuat kami bahagia, pelabuhan kita di Kota Semarang ini sudah bagus. Tidak perlu lempar ke Jawa Timur atau Jakarta, Tanjung Emas sudah bagus dan cukup banyak melakukan inovasi," jelas Ade.

July Emmylia, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan bahwa kinerja ekspor wilayah tersebut tengah menunjukkan tren positif. Per 2025, ada 193 negara yang telah menjadi mitra dagang Jawa Tengah. Sebagian besar komoditas Jawa Tengah, dengan pangsa pasar ekspor 63,23%, dikirim ke Amerika Serikat, Jepang, dan China.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Mei 2026, nilai ekspor Jawa Tengah secara kumulatif mencapai US$5.865,33 juta atau naik 22,39% (Year-on-Year/YoY). Dari 10 komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar sepanjang Januari-Mei 2026, produk kimia dilaporkan mengalami peningkatan nilai ekspor tertinggi dengan 132,45% (YoY) dan nilai ekspor US$174,50 juta.

Tingginya nilai ekspor yang berhasil di raih menjadi bukti akan potensi ekspor Jawa Tengah. July menambahkan, meskipun secara geografis Jawa Tengah hanyalah salah satu dari beberapa provinsi di Pulau Jawa, tetapi wilayah tersebut memiliki banyak komoditas yang berpeluang dijajakan di pasar internasional.

"Jordan adalah pintu strategis untuk masuk ke pasar Timur Tengah, terutama jaringan pasar ke negara Arab. Sayangnya, hubungan dagang antara Jawa Tengah dan Jordan ini masih relatif kecil. Agenda ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara," tutur July.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1 Polisi Meninggal 2 Hilang Saat Penggerebekan Narkoba di Katingan Kalteng
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekspor Sulsel Mei 2026 Turun, Impor Melonjak
• 7 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kakak Korban Saksikan Langsung Rekonstruksi 21 Reka Adegan Penganiayaan oleh Taufik Hidayat
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Senggolan di Jalan Picu Pemotor Bawa Anak Dipukul Pengemudi Ninja di Tebet
• 13 jam laludetik.com
thumb
Manuver Emiten Konglomerat Sinarmas (DSSA) Akuisisi Entitas EXCL Rp 4 Triliun
• 7 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.