Pangkas Jalur Tengkulak, Menko Pangan Siapkan Koperasi Desa Jadi Off-Taker Hasil Nelayan

detik.com
21 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan gagasan besar di balik pembangunan koperasi Desa Merah Putih. Zulhas mengatakan pemerintah menyiapkan Koperasi Desa untuk menjadi off-taker guna memberikan kepastian pasar untuk mencegah petani dan nelayan merugi.

Awalnya, Zulhas menyoroti nasib nelayan di NTT yang menjualkan ikan hasil tangkapannya ke tengkulak dengan harga murah kemudian membuat nelayan rugi. Dia menilai kehadiran tengkulak di tengah masyarakat membuat petani dan nelayan tidak berkembang.

Akhirnya, pemerintah pun membangun kampung nelayan. Di mana, pemerintah hadir di sana membantu nelayan agar bisa mendistribusikan ikan hasil tangkapannya ke masyarakat di berbagai daerah. Dia menjelaskan sistemnya itu, Koperasi Merah Putih membeli ikan dari nelayan kemudian disuplai ke masyarakat.

"Konsep Kopdes itu, Pak Presiden ingin ekonomi ini tumbuh di desa, intinya pemberdayaan. Seperti dulu, Pak, warung-warung itu di desa nggak boleh, ritel modern itu dulu hanya sampai di ibu kota. Tapi yang ingin dipercepat sekarang oleh Pak Presiden, ingin dibangun 80.000 desa itu, koperasi itu, memang gagasan beliau itu besar sekali. Besar sekali dan fundamental," kata Zulhas dalam acara rapat koordinasi nasional sektor kelautan dan perikanan di Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: Menko Pangan Soroti Nasib Buruh Tani: Saatnya Kembalikan Hak dan Kesejahteraan Mereka

Dia mengatakan untuk membangun 80.000 Kopdes Merah Putih, maka Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi presiden (Inpres). Presiden, katanya, menugaskan Agrinas Pangan yang bekerja sama dengan TNI.

Zulhas menjamin peran Kopdes Merah Putih ini lebih baik dibanding sistem tender bebas. Dia mengungkapkan Kopdes ini akan off-taker kepentingan di desa.

"Intinya misalnya Kopdes itu Pak, adalah untuk tadi, nelayan, Koperasi Nelayan Merah Putih itu, untuk off-taker. Dia bukan supermarket. Banyak sekali kata-kata kan, "ini kok Koperasi ada di gunung, Koperasi Nelayan Merah Putih di laut, ya di, ya di pantai, emang di mana?" Karena dia melayani kepentingan desa itu sebagai off-taker," jelasnya.

Selain menjadi off-taker, Kopdes Merah Putih juga nanti yang akan menyalurkan bantuan dari pemerintah. Kopdes juga yang akan mengelolanya agar manfaat yang diberikan pemerintah ke masyarakat tidak disalahgunakan oknum.

"Nanti Kopdes itu yang akan menyalurkan PKH. PKH, Pak, beras 10 kilo, itu nanti Kopdes. Dulu desa, sekarang nanti di Koperasi Desa Merah Putih. Bantuan-bantuan kayak tadi, bantuan alat, traktor, bantuan pertanian nanti Kopdes yang akan mengelola, supaya semua orang bisa pakai," katanya.

"Tidak hanya satu kelompok, kelompok ini nganggur, berarti kelompok lain. Jadi nanti desa akan serahkan ke situ. Itu sebagai infrastruktur pemerintah, kalau satu provinsi harga satu produk mahal sekali, beras misalnya, kita harus operasi pasar. Sekarang kita mau kasih ke mana? Kasih ke pasar, minyaknya dioplos. Nanti melalui Koperasi Desa, jadi dia sebagai infrastruktur pemerintah," sambungnya.

Baca juga: Tolak Paham Neolib, Menko Pangan Tegaskan Negara Harus Berpihak pada Petani dan Nelayan

Lebih lanjut, dia menjelaskan Kopdes ini menjadi off-taker kebijakan dasar yang dibuat Presiden Prabowo.

"Kedua, dia off-taker, gitu, off-taker, Pak. Itu kebijakan-kebijakan mendasar yang dibuat oleh Pak Prabowo, dan kami tahun ini memang fokus kepada protein, termasuk Kampung Nelayan dan lain-lain tadi," ucapnya.

Baca juga: Zulhas Sebut Kopdes Bakal Beli Ikan-Gabah Ketika Harga Anjlok




(zap/fjp)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lowongan Kerja PT Paragon Corp Juli 2026, Buka Banyak Posisi
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Soroti Perkembangan AI, Menaker: Dunia Kerja Masa Depan Mencari Skill, Not School
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Lima Kebiasaan Ini Bisa Merusak Kesehatan Gigi
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Meski Gagal Lolos 32 Besar, Timnas Iran Disambut Meriah Suporter saat Tiba di Teheran | BERUT
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Miris! Siswa SMP di Lumajang Tewas Dikeroyok 2 Teman Sekelas, DPR: Bullying Bukan Kenakalan Biasa
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.