Cegah Karhutla Sejak Dini, Sosialisasi Program Desa Mandiri Peduli Gambut Digencarkan di Kubu Raya

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Sosialisasi Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) digencarkan di 6 desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).

Program ini melibatkan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) Kota Pontianak Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kubu Raya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok masyarakat peduli api (MPA), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta berbagai unsur masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan dalam kegiatan ini.

Desa sasaran dari program DMPG yang digelar yakni Desa Punggur Besar dan Desa Punggur Kecil, Kec. Sungai Kakap; Desa Bintang Mas, Desa Pematang Tujuh, Desa Rasau Jaya Umum, Desa Rasau Jaya Tiga, Kec. Rasau Jaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 29 Juni hingga Rabu, 1 Juli 2026.

Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan dalam perlindungan ekosistem hutan, perlindungan lahan gambut, serta pencegahan kebakaran lahan.

Agenda tersebut juga merupakan langkah awal dalam membangun kesadaran dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga ekosistem gambut, khususnya sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui sosialisasi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga fungsi hidrologis gambut, penyebab dan dampak kebakaran lahan, serta peran masyarakat dalam melakukan pencegahan secara dini.

“Kami mengapresiasi inisiasi dari pihak PT PLD dan PT SUM dalam menjalankan program DMPG”, ucap Dzulham Affandi, Kepala Seksi Pemulihan BPEGM Kota Pontianak, Kamis (2/7/2026).

Dalam sambutannya, Dzulham Affandi menyampaikan bahwa program DMPG merupakan program pemulihan ekosistem gambut berbasis masyarakat yang bertujuan untuk mencegah kebakaran lahan di tingkat desa. 

“Terdapat 3 teknik pemulihan ekosistem gambut atau biasa disebut 3R yaitu (1) Rewetting (pembahasan kembali lahan gambut, (2) Revegetasi (penanaman spesies asli), dan (3) Revitalisasi (peningkatan ekonomi masyarakat)”, tambahnya. 

Fokus kegiatan pemulihan ekosistem gambut yang akan dijalankan oleh PT PLD dan PT SUM yakni rewetting (pembahasan kembali lahan gambut) dengan membangun sekat kanal. Pada bulan Maret 2026, PT PLD dan PT SUM telah melakukan prakondisi di 6 desa dan melakukan survey titik sekat kanal yang akan dibangun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zoe Abbas Jackson Ungkap Beratnya Perankan Bening di Sebening Cinta, Tiap Adegan Beda Emosi
• 18 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Progres Flyover Latumenten Capai 55 Persen, Perlintasan Sebidang akan Ditutup Permanen
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ngeri, Dana Tunai PBB Terancam Habis
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Disambut Gus Qowim, 280 Jemaah Haji Kota Kediri Tiba dengan Selamat
• 16 jam laluberitajatim.com
thumb
PLN Akan Modifikasi PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah untuk Cegah Pemadaman Bergilir
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.