Studi Ungkap Potensi Nikotin bagi Fungsi Kognitif, Bisa Jadi Bagian Pendekatan Harm Reduction

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Nikotin selama ini identik dengan rokok dan sifat adiktifnya. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan senyawa tersebut juga memiliki potensi dalam bidang kesehatan, terutama terkait perlindungan saraf dan peningkatan fungsi kognitif.

Assistant Clinical Professor University of Colorado School of Medicine Mitchell B. Liester mengatakan nikotin memiliki potensi terapeutik untuk berbagai gangguan neurologis dan kognitif.

BACA JUGA: Penelitian Ungkap Nikotin Berpotensi Bantu Jaga Fokus dan Mood

"Nikotin, senyawa yang membuat tembakau bersifat adiktif, juga memiliki potensi terapeutik yang sangat besar sebagai pengobatan untuk gangguan neurologis dan kognitif," ujar Mitchell dalam publikasi ilmiahnya di bidang neuroscience, dikutip Kamis (2/7).

Mitchell menjelaskan nikotin bekerja dengan mengikat reseptor asetilkolin nikotinik di otak. Reseptor tersebut berperan dalam proses belajar, memori, perhatian, serta perlindungan sel saraf.

BACA JUGA: Pakar Kesehatan Sebut Nikotin Bukan Penyebab Kanker

Aktivasi reseptor itu memicu berbagai respons biologis yang membantu neuron tetap hidup dan berfungsi secara optimal. Proses tersebut juga mendorong terbentuknya protein pelindung yang menjaga sel-sel otak dari kerusakan.

Menurut Mitchell, salah satu temuan yang banyak mendapat perhatian adalah potensi nikotin dalam penelitian penyakit Parkinson.

BACA JUGA: Beda dengan Rokok, Permen Karet Nikotin Dianggap Tidak Beracun di Malaysia

Berbagai studi menunjukkan nikotin berpotensi melindungi neuron dopaminergik, yaitu sel saraf yang mengalami kerusakan pada penderita Parkinson.

Selain itu, nikotin juga dilaporkan memiliki efek antiinflamasi melalui aktivasi jalur kolinergik yang membantu menekan molekul pemicu peradangan.

"Kemampuan sebagai pelindung saraf sekaligus memiliki efek antiinflamasi membuat nikotin dinilai berpotensi dikembangkan untuk berbagai penyakit neurodegeneratif," katanya.

Penelitian Vanderbilt University Medical Center juga menemukan nikotin dapat meningkatkan perhatian, daya ingat, dan kemampuan pemrosesan informasi.

Efek tersebut dilaporkan terjadi pada individu sehat maupun mereka yang mengalami gangguan kognitif ringan. Manfaatnya bahkan disebut lebih terlihat pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit Alzheimer.

Mitchell menambahkan, sejumlah penelitian klinis juga mengeksplorasi potensi nikotin untuk membantu penanganan depresi, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), sindrom Tourette, hingga skizofrenia.

Dalam pengembangannya, para peneliti juga mempelajari berbagai metode penghantaran nikotin tanpa proses pembakaran tembakau, seperti plester nikotin yang mampu memberikan kadar nikotin secara stabil tanpa paparan zat berbahaya dari asap rokok.

International Agency for Research on Cancer (IARC) tidak mengklasifikasikan nikotin sebagai zat penyebab kanker. Sementara itu, National Health Service (NHS) Inggris menyebut sebagian besar bahaya merokok berasal dari asap hasil pembakaran tembakau, bukan dari nikotin itu sendiri.

Meski demikian, nikotin tetap bersifat adiktif sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara tepat dan sesuai tujuan.

Mantan Direktur WHO Tikki Pangestu mengatakan produk nikotin bebas asap memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

"Kendati tidak sepenuhnya bebas risiko, risiko relatif dari produk bebas asap ini secara substansial lebih rendah dibandingkan risiko merokok," ujar Tikki dalam artikel yang diterbitkan di Nature Health bersama Robert Beaglehole dan Ruth Bonita.

Dia mencontohkan Swedia, Jepang, Amerika Serikat, dan Selandia Baru sebagai negara yang menerapkan pendekatan tobacco harm reduction untuk membantu menurunkan prevalensi merokok.

Menurut Tikki, komunikasi berbasis bukti mengenai sumber utama bahaya rokok dapat membantu perokok dewasa mengambil keputusan yang lebih tepat dalam upaya mengurangi risiko kesehatan.(kkp/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jangan Kaget, Sejumlah Sayuran Ini Juga Mengandung Nikotin


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bandara Soetta tuntaskan layanan kepulangan 34.754 haji 2026
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
BPJS Kesehatan Sebut JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 13 Juta Tenaga Kerja
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Pilot Asal AS Tewas usai Pesawat Dibakar KKB di Yahukimo
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Asosiasi Ungkap Marketplace Masih Matangkan Sistem Pemungutan Pajak E-commerce
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya: SAL Rp438,26 Triliun Jadi Penopang Fiskal di Tengah Ketidakpastian Global
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.