JAKARTA, KOMPAS.TV - Penurunan suhu udara terutama pada dini hari hingga pagi dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, fenomena ini menjadi salah satu ciri musim kemarau yang kini semakin meluas, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan.
Masyarakat mengenal kondisi tersebut dengan istilah bediding, yakni cuaca yang terasa lebih dingin dibanding biasanya, terutama pada malam hingga menjelang pagi hari.
Fenomena ini umum terjadi selama musim kemarau dan paling sering dirasakan di wilayah dataran tinggi.
BMKG melalui laman bmkg.go.id mengatakan bediding terjadi karena Monsun Australia membawa massa udara yang bersifat kering dan dingin menuju Indonesia.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan 3-4 Juli 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Udara yang lebih kering membuat pembentukan awan berkurang sehingga langit cenderung cerah, terutama pada malam hari.
Langit yang cerah menyebabkan panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer saat malam.
Akibatnya, suhu udara turun lebih signifikan sehingga udara terasa lebih dingin dibandingkan saat musim hujan.
Selain dipengaruhi Monsun Australia, minimnya tutupan awan juga membuat radiasi panas dari permukaan bumi tidak tertahan.
Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- penyebab cuaca dingin hari ini 2026
- penyebab suhu dingin
- bediding
- suhu dingin
- cuaca dingin
- penyebab cuaca dingin





