jpnn.com - BANDA ACEH - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengimbau masyarakatnya mendoakan keselamatan warga Venezuela yang dilanda gempa bumi dahsyat, mengingat negara tersebut pernah membantu Aceh saat musibah Tsunami 2004.
"Gubernur mengimbau seluruh masyarakat Aceh mendoakan keselamatan dan kesehatan bagi korban yang selamat dari bencana tersebut," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Kamis (2/7).
BACA JUGA: 1.430 Orang Tewas, 3.238 Terluka Akibat Gempa Kembar di Venezuela
Dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026, dengan jumlah korban tewas bertambah terus, menjadi 2.295 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 11.267 orang. Sejak 24 Juni, Venezuela mencatat telah terjadi 782 gempa susulan.
“Ini berkaitan dengan tragedi kemanusiaan. Jika memiliki kemampuan, silakan memberi bantuan kemanusiaan untuk Venezuela yang sedang berduka,” ujar Nurlis.
BACA JUGA: Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Mencapai 589 Orang
Dia menyampaikan, Pemerintah Aceh sangat memahami betapa beratnya beban yang sedang dihadapi pemerintah Venezuela. Karena pernah mengalami bencana tsunami dahsyat hingga merenggut lebih dari 170.000 jiwa.
Salah satu negara yang membantu Tsunami Aceh dulu adalah pemerintah Venezuela, di antara bantuannya berupa dana kemanusiaan untuk pemulihan infrastruktur, layanan medis, dan penanganan darurat para korban selamat pada masa tanggap darurat dan rekonstruksi Aceh.
Salah satu jejak bantuan Venezuela untuk Aceh pasca Tsunami, lanjut dia, adalah mendirikan Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Kabupaten Aceh Besar, dan hingga kini masih mendidik putra-putri Aceh.
"Nama Venezuela pada kampus tersebut merupakan bentuk apresiasi atas bantuan dan kerja sama kemanusiaan dari pemerintah Venezuela pada masa rekonstruksi pasca Tsunami Aceh 2004 silam," tutur Nurlis Effendi.
Pemerintah Venezuela telah menetapkan status keadaan darurat dan masa berkabung selama tujuh hari.
Indonesia bergabung dengan 24 negara lainnya dalam memberikan solidaritas kemanusiaan internasional bagi upaya pemulihan Venezuela. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




