Polusi udara di Tangerang Selatan, Banten, menempati posisi terburuk nasional pada Jumat (3/7) pagi. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.10 WIB, poin AQI wilayah itu berada di atas 150 dan termasuk dalam kategori tidak sehat.
Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan.
"Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Jumat (3/7).
Dalam kondisi ini, IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.
Berikut daftar lima wilayah di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:
- Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 198 atau dalam kategori tidak sehat.
- Tangerang, Banten, dengan poin AQI 177 atau dalam kategori tidak sehat.
- Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 172 atau dalam kategori tidak sehat.
- Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 163 atau dalam kategori tidak sehat.
- Jakarta, dengan poin AQI 156 atau dalam kategori tidak sehat.
Sementara itu, Kota Medan di Sumatera Utara memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 33 dan masuk kategori baik. Kota Pontianak di Kalimantan Barat menyusul di bawahnya dengan poin AQI 61, namun tergolong dalam kategori sedang.
Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara paling sehat mencapai poin AQI 8, tepatnya di Melbourne di Australia dan Rotterdam di Belanda. Berikutnya ada Sydney di Australia dan Chiang Mai di Thailand dengan poin AQI 11. Kualitas udara kota-kota tersebut juga masuk kategori baik.
Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, beberapa kota utama dunia berikut ini memiliki kualitas udara terburuk secara global, termasuk Jakarta:
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 161 atau dalam kategori tidak sehat.
- Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 156 atau dalam kategori tidak sehat.
- Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 152 atau dalam kategori tidak sehat.
- Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 129 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
- Kampala, Uganda, dengan poin AQI 119 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.
Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.
Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150 .
Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius.




