Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara

okezone.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Sebuah studi yang dirilis The Global Initiative Against Transnational Organized Crime menelusuri bagaimana organisasi bernama Front Persatuan China telah meresap ke dalam ekosistem politik dan kriminal Thailand, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Laporan bertajuk “Beyond Boundaries: The Chinese Party-State and Geocriminality in Southeast Asia” tersebut menggambarkan organisasi ini sebagai sebuah jaringan luas lintas perbatasan dan lapisan sosial, yang membentuk peristiwa dengan cara yang sulit dipahami oleh pemerintah, apalagi dikendalikan.

Sistem Front Persatuan dulunya merupakan alat politik Beijing untuk mengelola hubungan dengan komunitas Tionghoa di luar negeri. Di bawah Presiden China, Xi Jinping, sistem ini telah berkembang menjadi aparatus global dengan sumber daya dan ambisi baru. Sistem ini memengaruhi asosiasi bisnis, kelompok diaspora, gereja, dan organisasi masyarakat sipil, serta menciptakan iklim yang mendorong pelaku kriminal untuk bersekutu dengan kepentingan strategis Beijing. Laporan ini menyebut fenomena tersebut sebagai “geokriminalitas sistemik,” sebuah istilah yang menggambarkan bagaimana pengaruh dan ilegalitas bercampur tanpa koordinasi formal.

Dilansir Bitter Winter, Jumat, (3/7/2026), studi kasus menunjukkan bagaimana hal ini bekerja dalam praktiknya. Di Thailand, jaringan yang terkait dengan China telah menanamkan diri dalam penipuan daring (online scam), perdagangan narkoba, dan pencucian uang. Organisasi yang menampilkan diri sebagai asosiasi budaya atau ekonomi sering kali berfungsi sebagai jembatan antara elite lokal dan aktor China yang aktivitasnya berkisar dari bisnis yang sah hingga kejahatan terorganisasi. Jaringan-jaringan ini berkembang di lingkungan tempat korupsi merajalela dan penegakan hukum mudah dikompromikan.

Baca Juga :
China Eksekusi Mati 11 Orang Terkait Sindikat Penipuan Online Myanmar

Di Filipina, tokoh-tokoh bergerak di lingkaran politik dan kriminal dengan sangat mudah, dikelilingi oleh organisasi yang terhubung dengan Front Persatuan. Laporan tersebut menggambarkan sistem tempat individu yang memiliki akses ke struktur pengaruh China mengejar agenda mereka sendiri, sehingga memungkinkan kepentingan Beijing dan usaha kriminal untuk maju di jalur paralel. Insentifnya sangat kuat, dan batas antara pengaruh serta ilegalitas menjadi kabur.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Melonjak 2 Persen usai Data Tenaga Kerja AS Melemah
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Olahraga Jadi Sumber Pendapatan, Erick Thohir Sebut Sport Tourism Jadi Sektor Baru yang Menjanjikan
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemilik Toko di SAGA Plaza Xi’an Diduga Ditekan Hingga Bundir, Otoritas Hapus Unggahan di Medsos dan Tangkap Warga 
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
RiiFFS Perkenalkan Tiga Koleksi Parfum Baru, Cocok untuk Beragam Gaya Hidup
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
250 Tahun Amerika Serikat: Masih Superpower, tapi Tak Sehebat Dulu
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.