Dari FOMO ke FOBI: Wabah Baru Birokrasi Kita

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

BEBERAPA tahun lalu, istilah yang paling sering muncul di media sosial adalah FOMO (Fear of Missing Out).

Orang takut tertinggal tren, kesempatan, atau pengalaman yang sedang dinikmati orang lain. Semua ingin hadir. Semua ingin terlibat.

Di sebagian birokrasi, gejalanya justru bergerak ke arah sebaliknya. Bukan takut tertinggal, melainkan takut dilibatkan.

Fenomena ini memang tidak mewakili seluruh aparatur sipil negara (ASN). Masih banyak ASN yang bekerja melampaui kewajibannya, bahkan rela mengorbankan waktu bersama keluarga demi memastikan pelayanan publik tetap berjalan.

Namun, semakin sering terdengar kisah tentang pegawai yang enggan menjadi ketua panitia, koordinator kegiatan, atau penanggung jawab program.

Ketika pimpinan meminta sukarelawan, ruang rapat mendadak sunyi. Mata tertuju ke layar laptop atau telepon genggam, seolah berharap nama mereka tidak disebut.

Dalam psikologi mulai dikenal istilah "Fear of Being Included (FOBI)", yakni kecenderungan menghindari keterlibatan karena partisipasi dipersepsikan lebih banyak menghadirkan risiko daripada manfaat.

Dalam birokrasi, istilah ini menarik bukan karena kebaruannya, melainkan karena membantu menjelaskan gejala yang mulai dirasakan di banyak organisasi.

Akan tetapi, membaca fenomena ini sebagai menurunnya dedikasi ASN adalah kesimpulan yang terlalu sederhana.

Baca juga: Spirit Soekarno dalam Hikayat Politik Prabowo

Yang sedang berubah bukanlah karakter manusianya. Yang berubah adalah cara orang menghitung risiko.

Peraih Nobel Ekonomi Daniel Kahneman menjelaskan, manusia cenderung lebih kuat merasakan kerugian daripada menikmati keuntungan yang nilainya sama.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita lebih mudah takut kehilangan daripada bersemangat memperoleh sesuatu. Cara berpikir ini tidak berhenti di pasar modal atau dunia bisnis.

Ia juga bekerja di kantor-kantor pemerintah.

Bayangkan seorang pegawai yang selama bertahun-tahun dikenal selalu siap menerima tugas tambahan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia pernah menjadi ketua panitia, memimpin survei lapangan, mengoordinasikan kegiatan lintas instansi, bahkan menjadi orang yang paling sering diminta menyelesaikan pekerjaan yang rumit. Kini sikapnya berubah. Setiap kali tim baru dibentuk, ia lebih memilih diam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib, Pilih Arema FC karena Lebih Serius
• 1 jam laludisway.id
thumb
Kediri Mapan Expo 2026 Hadirkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir Selama Hari Jadi Kota
• 2 jam laluberitajatim.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi, Tembus Rp2,651 Juta per Gram
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Foto: KPK Tahan Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Bupati Muara Enim
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Anime Kagurabachi Tayang April 2027, Crunchyroll Siapkan World Tour Global
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.