Teheran: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan tidak akan menghadiri rangkaian pemakaman ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, karena alasan keamanan di tengah ancaman dari Israel.
Mengutip The Economic Times, Jumat, 3 Juli 2026, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di India, Ayatollah Hakim Elahi mengatakan, keputusan tersebut diambil menyusul adanya ancaman dari Israel dan risiko pengawasan yang dinilai membuat kehadiran Mojtaba Khamenei dalam acara publik berbahaya.
Pernyataan itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar menahan Israel menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz yang menyebut Mojtaba Khamenei telah "ditandai untuk dibunuh".
Baca Juga :
Ribuan Warga Beri Penghormatan Terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei"Isi MoU Islamabad sangat jelas dan terbuka untuk publik. Presiden Amerika Serikat telah berkomitmen mengendalikan sekutunya di Tel Aviv. Jika mereka mengabaikan hal itu, Iran akan memberi pelajaran. Setiap ancaman terhadap rakyat dan kepemimpinan kami akan mendapat respons yang segera dan kuat," tulis Araghchi.
Sebelumnya, Katz menyatakan Israel tidak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir dan menyebut penyelesaian melalui perjanjian akan menjadi pilihan yang lebih baik.
Dalam pernyataan yang dikutip media Iran, Katz juga disebut mengatakan Mojtaba Khamenei telah "ditandai untuk dibunuh".
Di sisi lain, Qatar dan Pakistan mengumumkan adanya kemajuan positif dalam pembicaraan terpisah antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Doha pada 1 Juli. Kedua pihak sepakat melanjutkan negosiasi setelah rangkaian pemakaman Ali Khamenei selesai digelar.
Otoritas Iran menjadwalkan prosesi pemakaman Ali Khamenei berlangsung pada 4 hingga 9 Juli di sejumlah kota di Iran dan Irak. Ali Khamenei tewas dalam serangan udara pada hari pertama perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pada 28 Februari lalu.




