Dua orang preman diamankan Polres Metro Tangerang Kota usai terlibat bentrokan dengan pedagang di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
"Dua orang kita amankan inisial MMS dan P. Mereka ini ikut serta dalam kejadian perselisihan yang berujung kekerasan dengan para pedagang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit, Jumat, (3/7).
Peristiwa bentrokan terjadi pada Rabu, (1/7) malam. Berawal saat seorang pedagang buah menolak memberikan uang jatah preman senilai Rp 10 ribu kepada sekelompok orang yang mendatangi lapaknya.
Mendapati hal itu, sekelompok preman yang dipimpin seorang pria inisial ZI pergi. Namun tidak lama kemudian, kembali sambil membawa senjata tajam dan mengajak beberapa rekannya.
Di sana, aksi bentrokan terjadi, kemudian karena kalah jumlah, kelompok tersebut pergi dan kembali lagi dengan membawa sekitar sepuluh orang lainnya yang juga membawa senjata tajam.
"Kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan hingga terjadi keributan yang mengakibatkan beberapa orang mengalami luka bacok," ujarnya.
Akibat kejadian itu, 3 pedagang buah mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh. Selain itu, dua orang dari kelompok penyerang juga mengalami luka dan menjalani perawatan medis.
Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pengembangan di lapangan, polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, kemudian dilakukan penggeledahan pada rumah para pelaku.
"Dalam penggeledahan di rumah salah satu terduga pelaku, petugas menemukan sarung golok. Sementara di lokasi lain ditemukan sandal yang terdapat bercak darah dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas dia.
Selain itu, polisi turut mengamankan satu bilah golok yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai barang bukti. Hingga kini penyidik masih memburu sejumlah terduga pelaku lain, di antaranya ZI alias Udin, Fajar, dan Angki yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
"Pemeriksaan terhadap korban maupun para pihak yang diamankan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan. Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat," ungkapnya.





