JEMBER, ERANASIONAL.COM – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus memperkuat peran pendidikan vokasi melalui pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program ini melibatkan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik (AKP), Jurusan Bisnis, dalam meningkatkan tata kelola keuangan desa.
Mahasiswa membantu BUMDes menyusun laporan keuangan dan menerapkan digitalisasi pencatatan transaksi. Pendampingan tersebut mendukung pengelolaan dana desa yang lebih transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketua Jurusan Bisnis Polije, Dessy Putri Andini, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran vokasi yang menekankan pengalaman nyata di lapangan.
“Kami mendorong mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu memberikan solusi bagi masyarakat. Pendampingan BUMDes menjadi ruang belajar sekaligus bentuk kontribusi Polije dalam memperkuat tata kelola keuangan desa,” ujarnya.
Mahasiswa AKP Polije, Najwa Alifa Hamdah, mengaku kegiatan tersebut memperluas pemahamannya tentang penerapan akuntansi sektor publik. Ia juga merasakan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa.
“Kami mendampingi BUMDes menggunakan aplikasi pencatatan keuangan agar administrasi lebih mudah. Laporan keuangan menjadi lebih rapi dan sistematis. Pengalaman ini menunjukkan bahwa ilmu yang kami pelajari dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Direktur BUMDes Ajong Rejo, Ishak Setiawan, mengapresiasi pendampingan mahasiswa Polije. Menurutnya, sistem administrasi keuangan kini lebih tertata dibanding sebelumnya.
“Sebelumnya pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual. Setelah mendapat pendampingan mahasiswa Polije, laporan menjadi lebih rapi dan mudah dipertanggungjawabkan. Perubahan ini mendukung pengembangan usaha BUMDes,” ujarnya.
Pendampingan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan BUMDes, Polije terus mendorong tata kelola keuangan desa yang lebih profesional sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.





