HARIAN.FAJAR.CO.ID, BONE — Bagi sebagian besar masyarakat di Lingkungan Barang, Kelurahan Maccope, Kecamatan Awangpone, menyeberangi sungai bukan sekadar rutinitas, tetapi juga pertaruhan keselamatan.
Setiap pagi, anak-anak berangkat ke sekolah, petani menuju sawah, hingga warga yang hendak bekerja harus melewati jalur penyeberangan sederhana yang jauh dari kata aman.
Batang-batang bambu yang disusun di atas aliran sungai selama bertahun-tahun menjadi satu-satunya penghubung aktivitas masyarakat di sana.
Ketika musim hujan datang dan debit air meningkat, akses tersebut praktis tidak bisa digunakan.
Warga pun tidak memiliki banyak pilihan selain memutar sejauh lima hingga enam kilometer untuk mencapai tujuan.
Kondisi itu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari keseharian sekitar 394 kepala keluarga atau 1.183 jiwa yang bermukim di kawasan tersebut.
Sulitnya akses tak hanya memperlambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Upaya pembenahan pun dilakukan melalui Jembatan Perintis Garuda. Jembatan ini resmi difungsikan, pada Jumat, 3 Juli 2026, memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan infrastruktur.
Jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan lebar 1,5 meter itu dibangun dalam waktu sekitar dua bulan oleh jajaran Kodim 1407/Bone.
Kehadirannya diharapkan memangkas hambatan mobilitas yang selama ini menjadi persoalan utama warga Maccope.
Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan jembatan yang digagas setelah Presiden Republik Indonesia menerima laporan mengenai masih banyaknya masyarakat di berbagai daerah yang harus mempertaruhkan keselamatan demi menyeberangi sungai.
“Bapak Presiden melihat langsung kesulitan masyarakat. Beliau kemudian memerintahkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak untuk menjadi Komandan Satgas Pembangunan Jembatan di seluruh Indonesia,” ujarnya, Jumat, 3 Juli 2026.
Selain Jembatan Perintis Garuda di Maccope, Kodim 1407/Bone juga membangun jembatan tipe Aramco di Kecamatan Mare dan jembatan beton di Kecamatan Palakka untuk membuka akses masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian.
Ia mengatakan jalur lama yang selama ini digunakan warga diakuinya sangat berat, Butuh perjuangan ekstra dari masyarakat yang setiap hari harus melintasi batang-batang bambu di atas sungai.
“Saya melewati jalur itu memakai sepatu masih harus berhati-hati, sementara masyarakat setiap hari melaluinya tanpa alas kaki. Saya sangat salut,” katanya.
Menurut Danrem, kehadiran jembatan bukan hanya mempersingkat perjalanan, tetapi juga memberikan rasa aman yang selama ini belum dimiliki masyarakat.
Karena itu, ia berharap warga bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam waktu yang panjang.
“Anggota saya tidak pernah lapar. Kalau hanya mengandalkan bekal sendiri mungkin makan seadanya, tetapi berkat perhatian ibu-ibu di sini mereka selalu mendapat makanan. Terima kasih atas kepedulian masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan Pemerintah Kabupaten Bone akan melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk paving block menuju jembatan dan lampu penerangan jalan, serta mengupayakan akses yang dapat dilalui kendaraan roda empat agar manfaat jembatan semakin besar bagi ratusan keluarga di Maccope.
Ia melanjutkan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti kolaborasi pemerintah daerah dan TNI dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dasar.
“Jembatan ini bukan hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga menjadi akses penting bagi anak-anak sekolah, petani, pedagang, dan seluruh masyarakat,” katanya. (an)





