HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kekalahan Jerman di Piala Dunia 2026 ternyata memakan korban besar. Bukan hanya mimpi juara yang sirna, kursi pelatih juga akhirnya berganti. Julian Nagelsmann memilih mengakhiri jabatannya setelah tekanan terus menguat.
Kini, perhatian publik langsung tertuju kepada satu nama: Juergen Klopp. Mantan pelatih Liverpool tersebut menjadi salah satu kandidat pengganti.
Babak baru segera dimulai di tubuh Timnas Jerman. Julian Nagelsmann resmi melepaskan jabatannya sebagai pelatih kepala setelah kegagalan Die Mannschaft di Piala Dunia 2026 memicu evaluasi besar-besaran dari Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).
Keputusan itu muncul hanya beberapa hari setelah Jerman secara mengejutkan disingkirkan Paraguay pada babak 32 besar. Laga berakhir imbang 1-1 sebelum Paraguay memastikan kemenangan lewat drama adu penalti.
Laporan Sky Sport dan BILD menyebut Nagelsmann akhirnya menyerahkan surat pengunduran diri setelah melakukan pembicaraan intensif dengan petinggi federasi.
Padahal, sesaat setelah kekalahan tersebut, pelatih berusia 38 tahun itu masih menyampaikan keinginannya untuk tetap memimpin tim nasional.
Namun, situasi berubah cepat ketika DFB mulai mempertimbangkan arah baru bagi sepak bola Jerman. Federasi disebut memberikan sinyal kuat agar Nagelsmann mempertimbangkan mundur demi membuka lembaran baru bagi Die Mannschaft.
Hasil Rapat MaratonNasib Nagelsmann ditentukan dalam rapat evaluasi yang berlangsung di Frankfurt pada Kamis. Pertemuan itu berjalan lebih dari tiga setengah jam dan dihadiri jajaran tertinggi DFB.
Ketua DFB Bernd Neuendorf, Andreas Rettig, Rudi Völler, Hans-Joachim Watzke, hingga Nagelsmann sendiri hadir membahas kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026 secara menyeluruh.
Dari hasil pembahasan tersebut, kepercayaan federasi terhadap sang pelatih disebut telah menurun drastis.
Dalam kondisi itu, pengunduran diri menjadi jalan yang dipilih Nagelsmann. Jika tetap bertahan, laporan media Jerman menyebut pemecatan hampir pasti menjadi langkah berikutnya.
Dengan keputusan tersebut, berakhir pula kiprah Nagelsmann yang mulai menangani Timnas Jerman sejak 2023.
Piala Dunia 2026 Jadi Titik BalikHarapan tinggi yang mengiringi Jerman menuju Piala Dunia 2026 tidak pernah benar-benar terwujud. Sepanjang turnamen, performa Die Mannschaft dinilai belum mampu mencerminkan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Produktivitas lini depan beberapa kali menjadi sorotan, sementara sektor pertahanan kerap kehilangan fokus pada momen-momen penting.
Puncak kekecewaan terjadi ketika menghadapi Paraguay. Meski lebih diunggulkan, Jerman gagal mengamankan kemenangan dalam waktu normal maupun perpanjangan waktu. Skor 1-1 memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti, dan Paraguay tampil lebih tenang untuk memastikan tiket ke babak berikutnya.
Kekalahan tersebut memicu gelombang kritik dari publik dan mempercepat evaluasi internal yang dilakukan DFB.
Juergen KloppSeiring kosongnya kursi pelatih Timnas Jerman, perhatian langsung mengarah kepada Juergen Klopp. Dia disebut sebagai sosok yang paling diinginkan untuk memimpin proyek baru Die Mannschaft.
Dalam beberapa hari terakhir, muncul laporan bahwa Klopp bersedia mempertimbangkan tawaran melatih tim nasional apabila kesempatan tersebut benar-benar datang.
Saat ini Klopp masih menjalankan perannya bersama Red Bull. Namun, menangani tim nasional negaranya diyakini menjadi tantangan yang memiliki nilai emosional tersendiri.
Sebelumnya, nama Klopp sempat dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa, termasuk Real Madrid. Akan tetapi, agennya telah membantah berbagai spekulasi tersebut dan menegaskan belum ada kesepakatan dengan klub mana pun.
Kini situasinya berubah setelah posisi pelatih Timnas Jerman resmi kosong.
Rekam jejak Klopp bersama Liverpool, termasuk keberhasilannya meraih berbagai trofi bergengsi, membuatnya dinilai sebagai figur ideal untuk membangun kembali mentalitas juara Jerman.
Jika proses penunjukan berjalan sesuai rencana, Die Mannschaft akan memasuki era baru bersama salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sepak bola modern.
Tantangan terbesar yang menanti Klopp bukan sekadar memperbaiki performa tim, melainkan mengembalikan kepercayaan publik setelah kegagalan menyakitkan di Piala Dunia 2026. (*)





