Sinar Mas Agro (SMAR) Lepas Pabrik Kelapa Sawit Bangka Belitung Rp67,6 Miliar

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

SMAR melepas pabrik kelapa sawit milik anak usahanya, PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia yang berlokasi di Bangka Belitung.

Sinar Mas Agro (SMAR) Lepas Pabrik Kelapa Sawit Bangka Belitung Rp67,6 Miliar (Foto: dok SMAR)

IDXChannel - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) melepas pabrik kelapa sawit milik anak usahanya, PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia (LWI) kepada pihak terafiliasi.

LWI menjual Pabrik Kelapa Sawit Leidong West kepada PT Bumipermai Lestari (BPL) dengan nilai transaksi sekitar Rp67,6 miliar.

Baca Juga:
SMART (SMAR) Siap Salurkan Dividen Rp775,5 Miliar, Simak Jadwalnya

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Kamis (2/7/2026) aset yang dialihkan meliputi pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, beserta bangunan, infrastruktur, mesin dan peralatan pabrik, peralatan kantor, laboratorium dan bengkel, kendaraan, alat berat, hingga persediaan.

Manajemen SMAR menjelaskan, keputusan divestasi ini telah mempertimbangkan aspek operasional dan manfaat ekonomi dari pengoperasian pabrik tersebut.

Baca Juga:
Sinar Mas Agro (SMAR) Tepis Isu Transfer Pricing, Tegaskan Setiap Transaksi Mengacu Harga Pasar

Saat ini, tingkat pasokan tandan buah segar (TBS) dari kebun milik LWI sendiri ke pabrik relatif rendah, yakni kurang dari 20 persen dari total buah sawit yang diolah. 

Untuk menjaga tingkat utilisasi, LWI mengandalkan pasokan buah sawit dari kebun milik BPL yang berlokasi di sekitar pabrik melalui skema titip olah, serta membeli TBS dari pihak ketiga.

Baca Juga:
Buyback Merger Sinar Mas Agro (SMAR) Berakhir Tanpa Permintaan

Ketergantungan terhadap pasokan eksternal tersebut dinilai meningkatkan risiko bisnis, mulai dari fluktuasi harga bahan baku, ketidakpastian kontinuitas pasokan, hingga potensi terganggunya kesinambungan operasional pabrik.

Di sisi lain, LWI tetap harus menanggung berbagai biaya tetap, seperti biaya pemeliharaan fasilitas dan tenaga kerja, tanpa mempertimbangkan tingkat utilisasi pabrik. Kondisi tersebut membuat kepemilikan dan pengoperasian pabrik tidak lagi memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi perusahaan.

"Oleh karena itu, manajemen LWI memutuskan untuk mendivestasi pabrik tersebut sebagai bagian dari langkah strategis dalam optimalisasi portofolio aset," tutur manajemen.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siapkan Kesimpulan, Polda Metro Jaya Optimis Praperadilan Roy Suryo Akan Ditolak
• 8 jam laluokezone.com
thumb
1 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba, Pesan Kapolri ke Anak Buah: Tindak Tegas Bandar!
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Anak Lahir dari Rahim Sewaan di Amerika, Siapa Ibunya Menurut Hukum Indonesia?
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
PNM dan KKP Kasih Bekal Pengusaha Pindang Cukanggenteng Legalitas, Pembiayaan, dan Kemasan Kreatif
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Aroma Skuad “Juara” PSM Makassar Siap Antar Semen Padang Kembali ke Super League
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.