KOMPAS.TV – Memasuki hari keempat, kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Asap putih pekat masih mengepul dari area TPA, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengerahkan dua helikopter water bombing untuk mempercepat proses pemadaman.
Di darat, petugas pemadam kebakaran masih berupaya menjangkau titik-titik api yang berada di dalam timbunan sampah. Material sampah yang didominasi bahan mudah terbakar serta embusan angin kencang membuat api cepat membesar dan meluas. Hingga Kamis malam, sekitar tujuh hektare dari total 33 hektare luas TPA dilaporkan telah hangus terbakar.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, sebanyak 125 personel gabungan dari kepolisian dan Brimob disiagakan di posko terpadu. Puluhan personel setiap hari diperbantukan dalam tim khusus BNPB guna membuka akses pemadaman darat menuju titik-titik api yang masih menyala.
Selain fokus memadamkan kebakaran, aparat bersama Dinas Kesehatan juga berupaya mengurangi dampak asap terhadap masyarakat. Vitamin dan masker dibagikan kepada warga terdampak, sementara layanan pemeriksaan kesehatan gratis dibuka melalui posko kesehatan.
Pada hari pertama beroperasi, posko kesehatan telah melayani 90 warga. Selain mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap, keluhan yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi pada warga lanjut usia yang diduga dipicu kurangnya waktu istirahat selama kebakaran berlangsung.
#TPAJatiwaringin #KebakaranTPA #Tangerang #BNPB
Baca Juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari Ketiga, 125 Personel Polri Dikerahkan Bantu Padamkan Api
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- tpajatiwaringin
- kebakarantpa
- tangerang
- bnpb
- bencana





