Jakarta International Pet Show 2026 menarik perhatian para pencinta hewan pada hari pertama penyelenggaraannya, Jumat (3/7/2026). Pengunjung datang untuk berburu berbagai kebutuhan hewan peliharaan, berkonsultasi dengan dokter hewan, mengikuti beragam kegiatan interaktif, hingga bertemu dan berbagi pengalaman dengan sesama pencinta hewan.
Pameran yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Hall 8 Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, itu diselenggarakan oleh Mavic Dyandra Internasional.
Selama tiga hari, Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi hewan peliharaan, edukasi satwa, layanan kesehatan hewan, hingga ratusan stan yang menawarkan makanan, vitamin, aksesori, dan berbagai perlengkapan hewan peliharaan.
Sejak pintu pameran dibuka, arus pengunjung terus berdatangan memenuhi setiap area. Sebagian membawa anjing atau kucing peliharaan menggunakan tali penuntun, sementara lainnya mendorong stroller khusus berisi hewan kesayangan mereka.
Sesekali terdengar gonggongan anjing yang saling menyapa, disusul kicauan burung dari area pameran satwa. Tak sedikit pemilik hewan membiarkan peliharaan mereka berinteraksi dengan hewan milik pengunjung lain.
Di sela-sela itu, obrolan ringan antarsesama pencinta hewan pun mengalir, mulai dari berbagi pengalaman merawat peliharaan hingga saling bertukar rekomendasi makanan, vitamin, dan tempat perawatan hewan.
Seorang pengunjung, Anne (31), mengaku sengaja datang bersama suami dan anjing peliharaannya. Baginya, JIPS bukan sekadar tempat berbelanja kebutuhan hewan, melainkan juga menjadi ruang untuk belajar sekaligus bertemu komunitas pencinta satwa.
”Yang saya suka bukan cuma bisa belanja kebutuhan anjing. Di sini juga jadi tahu banyak jenis hewan yang sebelumnya belum pernah lihat langsung. Kita bisa tanya-tanya soal karakter dan cara merawatnya, jadi menambah wawasan,” kata Anne, Jumat (3/7/2026).
Menurut Anne, suasana pameran terasa hangat karena hampir semua orang memiliki ketertarikan yang sama terhadap hewan.
”Kalau ketemu sesama pemilik anjing bisa langsung ngobrol, saling tanya makanan yang bagus, vitamin, atau tempat grooming. Jadi bukan sekadar datang lihat-lihat, tapi bisa saling berbagi pengalaman,” ujarnya.
Anne berharap JIPS terus menghadirkan lebih banyak program edukasi agar masyarakat semakin memahami cara memelihara hewan dengan baik dan bertanggung jawab.
Salah satu area yang menyita perhatian adalah mini zoo by deHakims. Stan milik presenter Irfan Hakim itu dipenuhi antrean warga yang ingin melihat lebih dekat beragam satwa edukatif, mulai dari kuda, sapi, unta, kapibara, dan berbagai jenis hewan lainnya.
Area tersebut didesain menyerupai kebun binatang mini bernuansa alam. Pengunjung dapat melihat satwa dari dekat, memberi makan hewan, hingga menunggang kuda dengan biaya tertentu.
Salah satu pengunjung, Vinka (22), asal Jakarta, memanfaatkan kesempatan itu untuk memberi makan unta. Setelah itu, ia berkeliling ke sejumlah stan lain dan mencoba berinteraksi dengan satwa lain, seperti memegang ular serta melihat berbagai jenis burung.
”Tadi bisa kasih makan unta, pegang ular, terus lihat banyak hewan yang sebelumnya belum pernah saya temui secara langsung,” ujar Vinka.
Menurut dia, pengalaman berinteraksi langsung dengan hewan dapat menjadi sarana belajar yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak, sehingga mereka tumbuh dengan rasa peduli dan sayang terhadap hewan.
”Pameran seperti ini bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap hewan. Saya sendiri jadi ingin menambah adopsi anjing dan mulai memelihara kelinci,” katanya.
Project Director JIPS 2026 Adhika Arthapaty mengatakan JIPS 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk dan layanan hewan peliharaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh ekosistem industri pet di Indonesia.
Mulai dari pelaku usaha, komunitas, dokter hewan, organisasi profesi, hingga masyarakat umum, seluruhnya diharapkan dapat saling terhubung melalui penyelenggaraan pameran ini.
”Jakarta International Pet Show bukan hanya menjadi ajang pameran produk dan layanan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan inovasi bagi seluruh ekosistem industri pet di Indonesia,” kata Adhika.
Mengusung tema "Diverse Pet", JIPS 2026 merepresentasikan keberagaman dunia hewan peliharaan di Indonesia, baik dari sisi jenis satwa, komunitas, maupun inovasi produk dan layanan. Pameran yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 itu diikuti 120 peserta dan ditargetkan diikuti lebih dari 20.000 pengunjung.
Ratusan merek dari berbagai sektor industri pet (hewan peliharaan) turut berpartisipasi dalam pameran ini. Produk yang ditawarkan mencakup makanan hewan, layanan kesehatan, obat dan suplemen, aksesori, kandang, pet care, hingga berbagai teknologi dan kebutuhan penunjang gaya hidup hewan peliharaan.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung juga dapat mengikuti 50 program interaktif yang dirancang untuk seluruh kalangan, mulai dari pemilik hewan peliharaan, komunitas, hingga keluarga.
Berbagai kegiatan tersebut meliputi pet competition, pet fashion show, grooming demonstration, seminar, talkshow bersama para ahli, workshop, konsultasi dokter hewan, hingga meet and greet bersama komunitas pencinta satwa.
JIPS 2026 juga menghadirkan beragam jenis hewan, mulai dari anjing, kucing, ikan hias, burung, kelinci, reptil, hingga berbagai satwa eksotis yang dapat dikenalkan kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif.
Salah satu program unggulan adalah Animal Education Zone yang dikembangkan bersama deHakims, Jagat Satwa Nusantara, Animalium, serta Museum of Cats & Exotic Animals by Radhiyan Pet and Care.
Melalui area tersebut, pengunjung dapat mengenal lebih dekat berbagai jenis satwa melalui program yang mengedepankan edukasi, konservasi, dan kesejahteraan hewan.
Di bidang edukasi, pengunjung juga dapat menyaksikan penampilan dan sesi pengenalan K9 serta kuda dari Direktorat Polisi Satwa. Melalui talkshow ini, masyarakat diperkenalkan pada berbagai peran satwa dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), pengamanan kegiatan kenegaraan dan kepresidenan, hingga pelacakan narkotika.
Untuk layanan kesehatan, JIPS 2026 menghadirkan Vet Clinic by Radhiyan Pet and Care yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi dokter hewan, pemberian vitamin dan antiparasit, layanan penunjang medis, serta program sterilisasi gratis dengan kuota terbatas.
Berbagai kompetisi turut digelar, di antaranya Cat Warriors, Morphvolution bersama Reptvolution, Rabbit Competition, Merpati Hias, serta JIPS x REPTILE CLUB Varanus Agility Race yang menampilkan ketangkasan biawak melewati lintasan rintangan.
Pengunjung juga dapat mengikuti beragam aktivitas interaktif seperti Fun Dog Agility, Ninja Dog Warrior, Cooking Class, Yoga with Pet, hingga Eduground bersama Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menambahkan, perkembangan industri hewan peliharaan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah pencinta hewan, tetapi juga dari tumbuhnya berbagai komunitas, layanan kesehatan hewan, serta bisnis pendukung lainnya.
Menurut Daswar, JIPS 2026 hadir sebagai wadah yang mempertemukan seluruh pelaku dalam ekosistem industri hewan peliharaan, mulai dari pelaku usaha, komunitas, dokter hewan, hingga masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, industri pet diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan sekaligus mendorong edukasi mengenai perawatan dan kesejahteraan hewan.
”Melalui JIPS, kami ingin menghadirkan sebuah platform yang dapat mempertemukan berbagai sektor dalam industri pet. Harapannya, pameran ini dapat memperluas potensi pasar sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi para pelaku usaha,” ujar Daswar.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Muhammad Munawaroh, mengingatkan, memelihara hewan bukan sekadar mengikuti tren, tetapi membutuhkan komitmen waktu dan tanggung jawab. Calon pemilik hewan sebaiknya menunda keinginan memelihara apabila belum memiliki waktu yang cukup untuk merawatnya.
Ia menambahkan, hewan peliharaan perlu diberi kebebasan untuk mengekspresikan perilaku alaminya, tidak boleh dibiarkan kelaparan atau kehausan, serta harus segera mendapatkan perawatan apabila sakit.
Selain itu, hewan harus dipelihara sesuai dengan habitat dan kebutuhan alaminya, serta terbebas dari segala bentuk perlakuan yang menyiksa.
Pencinta hewan (animal lover) sekaligus presenter Irfan Hakim berharap JIPS 2026 dapat menjadi wadah bagi para pencinta hewan untuk saling berbagi pengetahuan, inovasi, pengalaman, dan motivasi dalam merawat hewan peliharaan.
Ajang tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan satwa sekaligus mendorong terciptanya budaya memelihara hewan yang lebih bertanggung jawab.





