WIKA Beton (WTON) Pasok Material Konstruksi untuk Proyek Terminal Kalibaru

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton (WTON) ambil bagian dalam proyek pembangunan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal One (NPCT 1).

PT Wijaya Karya Beton Tbk ikut (WTON) ambil bagian dalam proyek pembangunan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal One (NPCT 1). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton (WTON) ikut ambil bagian dalam proyek pembangunan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal One (NPCT 1). Keterlibatan tersebut dilakukan dengan ikut menyuplai material konstruksi dalam proyek tersebut.

Sebagai kawasan pelabuhan dengan kapasitas bongkar muat yang terus bertumbuh, tingginya mobilitas kargo bertonase besar di Terminal Kalibaru menuntut infrastruktur penghubung yang terintegrasi secara mulus. Proyek bagian dari New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelindo (Persero) tersebut digagas untuk menyambungkan terminal secara langsung dengan jaringan Jalan Tol Cibitung-Cilincing dan ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang.

Baca Juga:
WIKA Beton (WTON) Bagi Dividen Rp0,46 per Saham

WIKA Beton memasok beragam produk materialmulai dari tiang pancang, balok jembatan, half slab, hingga ready mix. Pemenuhan prasarana darat dan laut bernilai total Rp153 miliar ini dibagi ke dalam dua paket kontrak, yakni NPEA-1 sebesar Rp85 miliar dan NPEA-2 senilai Rp68 miliar.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton, Kuntjara mengatakan, durabilitas infrastruktur menjadi kunci utama kelancaran lalu lintas kendaraan berat di pesisir Jakarta. Dia menyebut, spesifikasi proyek NPEA yang ketat selaras dengan komitmen keandalan mutu perusahaan.

Baca Juga:
Dukung Percepatan Sekolah Rakyat, Wika Beton (WTON) Raup Nilai Proyek Rp75,9 Miliar

“Mengingat jalur logistik ini akan dilintasi kendaraan berat secara terus-menerus, standar kualitas tinggi pada seluruh produk WIKA Beton akan memastikan prasarana ini memiliki durabilitas jangka panjang,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

Untuk menjaga ritme pembangunan di lapangan, perseroan juga memastikan bahwa manajemen distribusi material dikelola secara terukur. Kelancaran distribusi produk ini dicapai melalui optimalisasi fasilitas Batching Plant Ancol serta dukungan operasional dari pabrik Bogor.

Ketersediaan material yang andal dalam proyek ini pada akhirnya diharapkan tidak hanya berdampak positif pada kinerja finansial perusahaan, tetapi juga kian memperkuat ekosistem Danantara dan BUMN serta daya saing logistik nasional.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementan Terapkan Metode Pertanaman PM-AAS Demi Menuju Pertanian Modern
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Mentan tegaskan bersama Papua bangun pertanian berbasis potensi lokal
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Rekomendasi Part Time Cocok Buat Mahasiswa
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Taylor Swift dan Travis Kelce Donasi Milaran
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Transformasi XLSmart (EXCL) Dinilai Berada di Jalur yang Tepat
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.