JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta masih mengkaji usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait penambahan lima rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Depok dengan Jakarta.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, saat ini tim Dishub DKI bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) masih melakukan survei lapangan dan kajian untuk memastikan kelayakan operasional dari rute-rute yang diusulkan tersebut.
“Masih dikaji, saat ini tim Dishub dan Transjakarta sedang melakukan survei dan kajian untuk mengetahui kelayakan operasi atas usulan rute tersebut,” ujar Budi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Tarif Langganan TransJakarta Diusulkan Ada Paket Mingguan dan Dua Mingguan
Budi menjelaskan, kajian tersebut mencakup beberapa hal, seperti perkiraan jumlah penumpang yang akan menggunakan layanan, kondisi lalu lintas di jalur yang diusulkan, penentuan rute, jenis dan kapasitas armada yang dibutuhkan, hingga kelayakan operasional.
“Ada kajian mulai dari permintaan penumpang (demand), kondisi lalu lintas eksisting, penentuan rute, jenis dan kapasitas armada, kelayakan operasional,” lanjutnya.
Menurut dia, kajian itu dilakukan agar rute yang nantinya dibuka benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan bisa berjalan dengan baik.
“Tujuannya adalah menciptakan layanan yang efektif, terintegrasi, dan efisien,” tutur Budi.
Sebelumnya, Pemkot Depok mengusulkan lima rute baru Transjabodetabek untuk memudahkan warga bepergian ke Jakarta dengan transportasi umum.
Baca juga: Usulan Tarif Langganan TransJakarta per Bulan, Bisa Lebih Murah dari Tarif Reguler
Sekretaris Dishub Kota Depok Aan Syurahman mengatakan, usulan itu sudah diajukan sejak April 2026.
Saat ini, pembahasannya masih dilakukan bersama Dishub DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta.
“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TransJakarta dan Dishub DKI Jakarta. Tujuannya untuk mengembangkan trayek Transjabodetabek agar dapat mempermudah mobilitas warga Depok," ujar Aan dikutip situs resmi Pemkot Depok, Rabu (1/7/2026).
Empat dari lima rute yang diusulkan merupakan trayek baru, sedangkan satu lainnya merupakan penyesuaian rute (rerouting).
Berikut lima rute yang diusulkan Pemkot Depok:
- Shila at Sawangan–Lebak Bulus
- Terminal Sawangan–Kuningan
- Terminal Depok–Cinere–Blok M
- Terminal Jatijajar–Terminal Kampung Rambutan
- Rerouting rute D21 Universitas Indonesia–Manggarai (sebelumnya Terminal Jatijajar–Manggarai)
Baca juga: Jangan Pentingkan Banyak Rute, tapi Armada Gak Siap Keluh Warga Usai Transjakarta 1N Ditutup
Menurut Aan, penambahan rute diperlukan karena tingginya mobilitas warga Depok menuju Jakarta setiap hari, baik untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun aktivitas lainnya.
“Banyak warga Depok yang bekerja atau beraktivitas di Jakarta. Karena itu, pengembangan rute ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mengurai kemacetan," jelasnya.
Apabila usulan tersebut disetujui, Pemkot Depok akan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk pembangunan halte di sejumlah titik yang akan dilalui armada Transjabodetabek.
“Penambahan halte pasti akan dilakukan sebagai bagian dari dukungan operasional. Namun saat ini kami masih fokus pada pemetaan dan penguatan usulan rute," kata Aan.
Baca juga: Warga Protes Transjakarta Tanah Abang-Blok M Ditutup, Dinilai Korbankan Penumpang Jakarta
Pemkot Depok berharap pembahasan lima rute baru tersebut dapat segera rampung sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi umum yang terintegrasi dengan jaringan Transjabodetabek dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




