Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas antrean kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah daerah beberapa waktu lalu.
Dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Jumat 3 Juli 2026, pengawasan bersama tersebut bertujuan memastikan distribusi BBM, khususnya BBM bersubsidi, kembali berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Evaluasi dilakukan setelah sempat terjadi gangguan distribusi pada 22 hingga 26 Juni 2026.
Dalam keterangannya, Ombudsman menyatakan stok BBM bersubsidi dipastikan masih mencukupi hingga akhir tahun. Pasokan utama di Integrated Terminal Surabaya juga dilaporkan mencukupi lima hingga enam hari dengan distribusi pipa harian yang lancar.
Baca Juga :
Pertamina Patra Niaga-KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi NelayanSementara itu, gangguan distribusi yang terjadi pada akhir Juni disebut dipicu oleh tingginya aktivitas kendaraan logistik di kawasan Surabaya dan Gresik. Kedua wilayah tersebut merupakan jalur strategis distribusi barang yang terhubung dengan tiga pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Surabaya, Pelabuhan Teluk Lamong, dan Pelabuhan Gresik.
Kondisi tersebut menyebabkan distribusi BBM, terutama solar, sempat mengalami keterlambatan sehingga memicu antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Namun, ketersediaan stok BBM di SPBU yang berada di jalur poros kini telah kembali ke level aman, yakni sekitar 70 persen.




