KEK Industropolis Batang Pangkas Turnover Karyawan dengan Kurikulum Vokasi

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - Kawasan Industri Terpadu Batang (KTIB) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang resmi menutup Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) 2026 pada Jumat (3/7/2026).

Program pelatihan itu diikuti oleh 160 pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) dan menjadi bagian dari kurikulum vokasi yang disiapkan kawasan untuk menjamin pasokan tenaga kerja lokal yang matang. Baik secara mental, fisik, maupun kompetensi.

Indri Septa Respati, Plt. Direktur Utama KEK Industropolis Batang, menyebut bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian dari pembangunan kawasan industri. "Melalui program PRIMA ini, kami merumuskan kurikulum berbasis kebutuhan nyata industri, dipadukan dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang menyentuh langsung realita operasional. Langkah ini memberikan jaminan dan rasa percaya diri kepada para tenant maupun calon investor global, bahwa KEK Industropolis Batang adalah ekosistem investasi yang matang dan berkelanjutan," jelasnya.

Pelaksanaan PRIMA 2026 digelar selama lima hari dan diisi oleh para praktisi sumber daya manusia yang sudah beroperasi di KEK Industropolis Batang. Program ini juga melibatkan Tim Jasa Psikologi Universitas Diponegoro serta pelatih kedisiplinan dari PT Bintara Mitra Andalan.

Tak cuma dibekali dengan teori, para peserta ikut diajak untuk mengunjungi fasilitas produksi milik PT Unipack Plasindo, PT Trax Sumbiri, serta PT Wavin Manufacturing yang berada di dalam KEK Industropolis Batang. "Beberapa tenant raksasa kawasan seperti PT Ace Medical Products dan PT Elecmetal Longteng tercatat langsung melakukan penyerapan ratusan lulusan SMK lokal pasca-pelaksanaan program," ungkap Indri.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih memberikan apresiasi atas pelaksanaan PRIMA 2026. "Pemerintah Kabupaten BAtang sangat bangga dan mendukung penuh program ini. KEK Industropolis Batang tidak hanya membangun pabrik dan infrastruktur, tetapi secara nyata ikut membangun manusia," tuturnya.

Sri menambahkan bahwa inisiatif KEK Industropolis Batang ikut berkontribusi pada upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan lapangan pekerjaan bagi generasi penerus di Kabupaten Batang. Dengan kompetensi dan mentalitas yang telah dilatih, angkatan kerja di wilayah tersebut tak lagi menjadi penonton, namun ikut menjadi motor penggerak industri. "Ini membuktikan bahwa daerah kita sangat siap dalam menyambut investasi skala dunia," imbuhnya.

Senada, Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah Agus Nowo Edy menyebut kurikulum vokasi yang diterapkan KEK Industropolis Batang merupakan kiblat baru bagi keterlibatan dunia pendidikan dalam industri.

"Ini adalah integrasi kurikulum vokasi yang sesungguhnya. Kami melihat program ini sebagai standar emas baru nasional. KEK Industropolis Batang telah berhasil meyakinkan dunia pendidikan bahwa lulusan SMK kita mampu, memiliki resiliensi tinggi, dan kami siap untuk terus berkolaborasi dalam memperluas program ini di masa depan," ujarnya.



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mukjizat! Detik-Detik Korban Gempa Venezuela Ditarik Usai Terkubur 9 M
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Skandal Motor Listrik Rp1 Triliun: Kolonel TNI Aktif Terlibat, Proses Hukum Tak Biasa!
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
OTT Bupati Langkat, KPK tangkap tujuh orang di tiga wilayah Sumut
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Sarang Burung dari Kabel Drone Ditemukan di Ukraina, Bukti Perang Ubah Alam
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Prediksi Australia vs Mesir, Socceroos Kejar Rekor Baru di Piala Dunia 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.