Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaktifkan kembali fasilitas pengumpulan sampah (waste station) di Balai Kota. Hal ini sebagai langkah konkret memperkuat budaya pilah sampah dari sumber.
“Waste Station ini menjadi media pembelajaran yang mendorong aparatur dan masyarakat untuk membiasakan memilah sampah sejak dari sumber,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi, dilansir dari Antara, Jumat, 3 Juli 2026.
Baca Juga :
Pemprov DKI Gelar Jakarta World Folkfest 2026, 115 Delegasi HadirReaktivasi fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi Biro Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah (ASD) Provinsi DKI Jakarta bersama Rekosistem dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, modern, dan berkelanjutan di lingkungan pemerintahan.
Menurut Dudi, reaktivasi fasilitas tersebut bukan sekadar penyediaan fasilitas, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif.
Dia menekankan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Karena itu, sinergi antara perangkat daerah, mitra kolaborator, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
Ilustrasi. Foto: dok. Medcom.
Sementara itu, CEO & Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman mengatakan saat ini ada sebanyak 40 stasiun daur ulang yang perusahaannya operasikan. Salah satunya di Balai Kota.
"Lokasi lainnya tempat-tempat publik yang ada di Kota Jakarta, seperti di Stasiun MRT Dukuh Atas, MRT Blok M," kata Ernest.
Adapun waste station ini merupakan inisiatif untuk mengumpulkan sampah anorganik pascakonsumsi. Ernest menyampaikan inovasi pengelolaan sampah di Jakarta harus dilakukan lebih cepat dan lebih besar lagi serta didukung oleh masyarakat.
"Tidak bisa hanya dari pemerintah yang mendorong, tapi masyarakat tidak mau mulai untuk berpartisipasi dalam program-program yang sudah didesain. Baik dari pemerintah, produsen, maupun dari perusahaan teknologi," kata Ernest.




