Membaca Cara Pandang Intelektual Indonesia Merespons Kemajuan Artificial Intelligence

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK— Ketika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sistem identitas digital, biometrik, big data, dan layanan publik berbasis algoritma semakin menentukan siapa yang memperoleh bantuan sosial, pelayanan kesehatan, maupun perlindungan sosial, muncul satu pertanyaan mendasar:

Siapa yang merancang masa depan teknologi tersebut, dan atas perspektif siapa?

Baca Juga
  • Konferensi Herzliya Simpulkan Israel Berada di Ambang Kehancuran Akibat Perang
  • Rahasia di Balik Al-Fatihah, Allah SWT Berikan Nama Spesial dan Membaginya Jadi 2 Bagian Vital
  • Rahasia Negosiator Iran Menguras Kesabaran Lawan, bahkan Diplomat AS hingga Menangis

Pertanyaan inilah yang dijawab melalui peluncuran buku Digital Social Work Across Africa and Asia: A Decolonial Framework for the Future of the Global South, karya Siddhartha Paul Tiwari, Prof Adi Fahrudin, dan Dr Fentiny Nugroho, yang diterbitkan oleh UI Publishing (Penerbit Universitas Indonesia).

Lebih dari sekadar buku akademik, publikasi ini menandai hadirnya kontribusi intelektual Indonesia dalam percakapan global mengenai hubungan antara teknologi digital, keadilan sosial, dan masa depan kesejahteraan masyarakat di negara-negara Global South.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Buku ini merupakan karya pertama yang secara khusus membangun teori mengenai Digital Social Work dengan menjadikan Afrika dan Asia sebagai satu lanskap intelektual, bukan sekadar objek penerapan teori yang selama ini didominasi perspektif Eropa dan Amerika Utara.

Buku ini lahir dari analisis kebijakan lintas negara, kajian dekolonial, serta penelitian lapangan yang melibatkan 234 pekerja sosial garis depan di berbagai negara Afrika dan Asia.

Selama puluhan tahun, literatur mengenai transformasi digital dalam pekerjaan sosial sebagian besar disusun berdasarkan pengalaman negara-negara maju yang memiliki infrastruktur digital matang, kepemilikan perangkat pribadi, dan sistem kesejahteraan yang relatif mapan.

Namun realitas di Asia dan Afrika sangat berbeda.

Di kawasan ini, teknologi digital berkembang di tengah tantangan kemiskinan, kesenjangan infrastruktur, kepemilikan perangkat yang digunakan bersama dalam keluarga, keberagaman bahasa, serta sejarah kolonial yang masih memengaruhi sistem pelayanan sosial.

Artificial Intelligence (AI) (ilustrasi) - (www.freepik.com)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Daftar Sertifikasi Kompetensi Gratis Buat Alumni MagangHub 2025 Batch 3, Dibuka 15 Skema
• 19 jam laludisway.id
thumb
Momen Portugal Bantai Kroasia 2-1 dan Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Kanselir Merz Panen Kritik Usai Jerman Tersingkir dari Piala Dunia
• 19 jam laludetik.com
thumb
Rupiah Pagi Ini Naik 32 Poin ke Level Rp17.963/USD
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK sebut Bupati Langkat terima suap Rp800 juta dari total Rp1,1 M
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.