BEKASI, KOMPAS.com – Sebuah ruko di Perumahan Puri Cendana, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diduga digunakan sebagai lokasi penambangan Bitcoin.
Aktivitas tersebut terungkap setelah warga membongkar bangunan liar di bagian depan ruko saat kerja bakti pada Minggu (28/6/2026).
Baca juga: Polisi Sita 12 Server Diduga untuk Tambang Bitcoin dari Ruko di Bekasi
Di balik bangunan tambahan itu, warga menemukan ruangan yang dibuat bersekat-sekat menyerupai labirin. Di dalamnya terdapat belasan perangkat yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan aset kripto.
Bermula dari kerja bakti wargaSalah seorang warga, Fiky Rio Utama (32), mengatakan, temuan itu berawal ketika warga kerja bakti membongkar bangunan tambahan di bagian depan ruko.
Baca juga: Kronologi Terbongkarnya Ruko yang Diduga Jadi Lokasi Tambang Bitcoin di Bekasi
Bangunan tersebut semula dikira kamar mandi karena memiliki ventilasi.
"Di dalam rukonya ada sekat-sekat seperti labirin. Nah, di situ baru ada alat-alatnya dan ada tulisan mining server of bitcoin," kata Fiky saat ditemui Kompas.com, Jumat (3/7/2026).
Sebelum masuk ke dalam bangunan, Fiky sempat memperhatikan meteran listrik yang menunjukkan kondisi tidak biasa.
"Awalnya saya hanya melihat meteran listrik yang berbunyi dengan tulisan 'kosong' dan belum menyadari kalau ada kabel listrik yang masuk ke dalam," ujarnya.
Bangunan tambahan diduga sudah ada sekitar dua tahunSetelah kerja bakti selesai, penjaga ruko meminta bantuan seorang warga bernama Agung untuk memeriksa bagian dalam bangunan karena tidak berani masuk sendirian.
Bangunan tambahan yang menjorok ke depan diduga sengaja dibuat sebagai ventilasi untuk mengurangi suhu panas di dalam ruangan.
Sementara itu, rolling door dibiarkan terbuka sebagian agar sirkulasi udara tetap berjalan.
Ia menduga bangunan tambahan tersebut telah berdiri sekitar satu hingga dua tahun terakhir.
"Kalau di Google Maps bangunan yang menjorok itu baru muncul sekitar satu hingga dua tahun terakhir. Sebelumnya bangunan tersebut tidak ada," katanya.
Selama ini dikira ruko kosongFiky mengatakan, selama ini warga tidak pernah menaruh curiga terhadap aktivitas di dalam ruko tersebut.
Dari luar, bangunan tampak kumuh, tertutup, dan tidak terawat sehingga banyak warga mengira ruko itu kosong.





