Kronologi Bupati Langkat Kena OTT hingga Jadi Tersangka Korupsi

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi.

Rangkaian peristiwa itu bermula usai Syah Afandin menghadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

Advertisement

BACA JUGA: Timses Bupati Langkat Raup 85 Proyek Rp 10,2 M, Diminta Setor Fee

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, Syah Afandin menghubungi mantan tim suksesnya pada Pilkada 2024, Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB), untuk mengatur pertemuan setelah acara Apkasi.

"Pada Rabu, 1 Juli 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, SAF menghubungi YQB untuk bertemu setelah selesai acara Apkasi," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2026) malam.

Namun, sekitar pukul 23.00 WIB, sopir Syah Afandin berinisial ZKF menghubungi Yaqub untuk membatalkan pertemuan. Pembatalan dilakukan karena Syah Afandin mengetahui tim KPK telah berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

"ZKF menghubungi YQB untuk meminta SAF balik arah. Itu disebabkan SAF mengetahui ada tim KPK di Kabupaten Langkat. Rupanya kedatangan tim juga sudah dimonitor oleh SAF," ujarnya.

Keesokan harinya, Kamis (2/7), Yaqub kembali dihubungi mantan anggota DPRD Sumatera Utara berinisial SYH. Menurut Taufik, SYH menyampaikan situasi sedang memanas dan meminta uang Rp 100 juta yang diminta Syah Afandin diserahkan melalui dirinya.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Yaqub kemudian bertemu SYH di sebuah kafe di Kota Medan untuk menyerahkan uang tersebut.

Saat SYH dalam perjalanan menuju Kota Binjai, tim KPK menghentikan kendaraan yang ditumpanginya. Dari bawah jok mobil, penyidik menemukan uang tunai Rp 100 juta.

"Tim KPK di lapangan berhasil mengamankan uang Rp100 juta yang ditemukan di bawah jok kursi mobil yang ditumpangi SYH," kata Taufik.

Setelah itu, tim KPK bergerak mengamankan tujuh orang di wilayah Langkat, Binjai, dan Medan. Mereka adalah Syah Afandin, Yaqub Abdhal Al Mu'arif, SYH, sopir bupati berinisial ZKF, ajudan bupati berinisial AKB, pihak swasta berinisial SG, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Ilhamsyah Bangun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sabtu, sebagian Jakarta berpotensi cerah berawan pada siang dan malam
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Kata Pratikno soal Kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Jackson Irvine kecewa berat Australia tersingkir lewat adu penalti
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Bisnis Ritel Masih Jadi Sumber Pertumbuhan Asuransi Tugu (TUGU)
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Sabtu, BMKG prakirakan hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.