Iran Mendadak Melunak di Meja Perundingan, Tetapi Ancaman Perang di Selat Hormuz Justru Memanas

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Putaran terbaru perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Doha, Qatar, berakhir pada Rabu, 1 Juli 2026, dengan sejumlah perkembangan yang dinilai positif. Meski demikian, berbagai persoalan mendasar, khususnya mengenai program nuklir Iran, pengelolaan Selat Hormuz, serta pencairan aset Iran yang dibekukan, masih menjadi hambatan utama menuju tercapainya kesepakatan yang lebih komprehensif.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Qatar selaku mediator, pertemuan tersebut menghasilkan “kemajuan positif” dan kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan pembahasan setelah rangkaian upacara penghormatan dan pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, selesai dilaksanakan.

Perundingan Berlangsung Tidak Langsung

Seperti putaran-putaran sebelumnya, delegasi Amerika Serikat dan Iran tidak melakukan pertemuan tatap muka secara langsung. Pembicaraan dilakukan melalui mediasi Qatar dan Pakistan yang menyampaikan usulan serta tanggapan dari masing-masing pihak.

Laporan berbagai media internasional menyebutkan bahwa pembahasan kali ini lebih banyak difokuskan pada isu-isu teknis, terutama mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz, mekanisme pencairan sebagian aset Iran yang dibekukan, serta langkah-langkah untuk menjaga keberlangsungan gencatan senjata yang telah dicapai sebelumnya.

Sementara itu, isu program nuklir Iran belum menjadi fokus utama dalam putaran negosiasi ini dan diperkirakan akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan berikutnya.

Selat Hormuz Masih Menjadi Titik Perselisihan

Salah satu persoalan paling rumit dalam pembicaraan adalah status Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dunia.

Iran tetap mempertahankan pandangannya bahwa negara tersebut memiliki hak untuk mengatur lalu lintas kapal yang melewati kawasan tersebut, termasuk rencana pemberlakuan biaya bagi kapal-kapal yang melintas.

Sebaliknya, Amerika Serikat bersama sejumlah negara Teluk menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang tidak dapat dikendalikan secara sepihak oleh satu negara.

Perbedaan pandangan inilah yang hingga kini masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam proses negosiasi.

Pencairan Aset Iran Belum Mencapai Kesepakatan

Selain persoalan maritim, pencairan aset Iran yang selama bertahun-tahun dibekukan akibat sanksi internasional juga menjadi agenda penting dalam pembicaraan.

Namun hingga berakhirnya putaran negosiasi di Doha, belum ada pengumuman mengenai tercapainya kesepakatan final terkait pelepasan dana tersebut.

Masalah ini diperkirakan masih akan menjadi salah satu topik utama dalam pembahasan lanjutan antara kedua negara.

Iran Tegaskan Posisi Terkait Selat Hormuz

Di tengah berlangsungnya proses diplomasi, pejabat dan institusi militer Iran tetap mengeluarkan sejumlah pernyataan yang menunjukkan sikap tegas terhadap keamanan Selat Hormuz.

Pihak militer menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap kepentingan Iran di kawasan tersebut akan mendapat respons dari angkatan bersenjata.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi masih berjalan, Iran belum menunjukkan perubahan mendasar terhadap posisi strategisnya di kawasan Teluk Persia.

Pembicaraan Akan Dilanjutkan Setelah Masa Berkabung Nasional

Mediator Qatar dan Pakistan menyatakan bahwa kedua pihak sepakat untuk kembali melanjutkan pembicaraan setelah rangkaian upacara penghormatan dan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei selesai.

Prosesi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4–9 Juli 2026, dengan berbagai kegiatan di beberapa kota di Iran. Sejumlah negara juga telah menyatakan akan mengirimkan delegasi untuk menghadiri upacara tersebut.

Situasi Keamanan Masih Sangat Sensitif

Menjelang dimulainya prosesi pemakaman, pemerintah Iran meningkatkan pengamanan secara besar-besaran.

Iran juga mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel agar tidak melakukan tindakan militer selama masa berkabung nasional.

Komandan militer Iran menegaskan bahwa setiap bentuk serangan atau provokasi akan memperoleh balasan yang cepat dan tegas dari angkatan bersenjata Iran.

Pasar Masih Menunggu Kepastian

Meskipun Qatar menyebut pembicaraan menunjukkan kemajuan positif, berbagai kalangan menilai jalan menuju kesepakatan permanen masih cukup panjang.

Pasar energi internasional juga masih memantau perkembangan negosiasi dengan hati-hati. Harga minyak sempat mengalami tekanan setelah muncul optimisme mengenai proses diplomasi, namun para analis memperingatkan bahwa setiap insiden keamanan di Selat Hormuz masih berpotensi memicu gejolak baru.

Prospek Negosiasi Selanjutnya

Hingga awal Juli 2026, belum terdapat kesepakatan menyeluruh mengenai program nuklir Iran maupun pencabutan sanksi ekonomi.

Meski demikian, keberhasilan kedua pihak mempertahankan jalur komunikasi dinilai sebagai perkembangan positif di tengah ketegangan kawasan yang masih tinggi.

Putaran perundingan berikutnya diperkirakan akan menjadi tahap penting untuk menentukan apakah kedua negara mampu bergerak menuju kesepakatan yang lebih luas, atau justru kembali menghadapi kebuntuan akibat perbedaan kepentingan mengenai program nuklir, keamanan kawasan, serta masa depan Selat Hormuz. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenduri Seni Melayu Batam 2026 Libatkan Empat Negara untuk Perkuat Wisata Budaya
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Tak Akan Dihentikan, Hashim Ungkap Ide MBG Sudah Digagas Prabowo Sejak 2006
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Klarifikasi Kuasa Hukum Roy Suryo soal Penangkapan Kasus Ijazah Jokowi Ibarat Film G30S/PKI
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Promotor Akhirnya Ungkap Harga Tiket Konser BOYNEXTDOOR di Jakarta
• 7 jam lalucumicumi.com
thumb
Penyerang Polisi yang Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap, Bersembunyi di Sungai
• 11 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.