Resmi Berlaku! Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Turun per Juli 2026

eranasional.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada Juli 2026.

Dalam kebijakan terbaru ini, sejumlah produk mengalami penurunan harga, di antaranya Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, serta Avtur.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala perusahaan yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah di pasar internasional.

Selain itu, kondisi perekonomian nasional serta kemampuan daya beli masyarakat juga menjadi faktor dalam penetapan harga terbaru.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi telah mengikuti mekanisme yang berlaku dan dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” kata Kitty dalam keterangan tertulis.

Mengacu pada daftar harga yang berlaku mulai Juli 2026, Pertamax Turbo kini dijual Rp19.300 per liter, turun Rp1.450 dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp20.750 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex mencatat penurunan paling besar. Harga BBM jenis tersebut kini menjadi Rp21.150 per liter dari sebelumnya Rp24.800 per liter, atau turun Rp3.650 per liter yang setara sekitar 15 persen.

Penyesuaian serupa juga terjadi pada Dexlite. Produk ini kini dibanderol Rp19.700 per liter setelah sebelumnya dipasarkan seharga Rp23.000 per liter. Dengan demikian, harganya berkurang Rp3.300 per liter.

Tak hanya BBM kendaraan, Pertamina juga memangkas harga Avtur yang digunakan untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta.

Harga Avtur sebelum pajak turun dari Rp22.190 per liter pada Juni menjadi Rp19.190 per liter pada Juli, atau lebih rendah Rp3.000 per liter.

Menurut Kitty, perubahan harga tersebut merupakan bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan perusahaan dengan mengikuti pergerakan harga energi global serta formula penetapan harga yang berlaku. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Mau Buat Sekolah Rakyat dengan Asrama, Bisa Tampung 1.000 Siswa
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Es Abadi Papua Diprediksi Hilang Akhir 2026, BMKG: Kita Jadi Generasi Terakhir yang Melihatnya
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Waspada! Bahaya Konsumsi Obat Pereda Nyeri Sembarangan Dapat Merusak Pembuluh Darah
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
6 Keunikan Belajar di Program Computer Science BINUS International
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Mesir ke 16 Besar Setelah Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.