VIVA – Jumlah korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi 2.645 orang, dengan 12.666 lainnya terluka, menurut Kementerian Komunikasi dan Informasi (MIPPCI) pada Jumat, 3 Juli 2026.
"Sebanyak 2.645 orang tewas, 12.666 orang terluka. Sebanyak 6.462 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup", kata kementerian di Telegram dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.
Pada Rabu, 24 Juni, dua gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara di pesisir utara Amerika Selatan itu dalam waktu yang berdekatan.
Guncangan awal dengan magnitudo 7,2 terjadi pada 18.04 waktu setempat (pukul 11:04 WIB) dan disusul dengan gempa bumi utama bermagnitudo 7,5 dengan selang waktu 39 detik setelahnya.
Sejumlah negara sudah mengutus ribuan petugas penyelamat dan bantuan kemanusiaan ke salah satu negara di Amerika Selatan tersebut.
Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan, lebih dari 4 ribu petugas penyelamat asal negara lain telah dikirim untuk membantu pencarian korban gempa. Pihaknya juga telah menerima 7 ribu ton bantuan kemanusiaan sejak bencana tersebut terjadi.
“Sebanyak 4.099 petugas penyelamat internasional masih berada di zona bencana, bekerja bahu-membahu bersama pasukan nasional dalam upaya pencarian korban selamat,” kata Rodriguez pada Rabu, 1 Juli 2026.
Ia menyatakan bahwa para tenaga ahli asing tersebut bertugas di lokasi bencana bersama 26 ribu personel militer, kepolisian, pemadam kebakaran, dan petugas penyelamat Venezuela, serta didukung oleh 17.832 relawan.
Selain itu, dia juga mencatat bahwa total bantuan kemanusiaan internasional yang telah tiba di Venezuela mencapai 7.063 ton. (Ant)





