Kontroversi Pengangkatan Komisaris BUMN, Begini Kata Kepala Bakom Qodari

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Komisaris yang berasal dari latar belakang berbeda juga dapat memberikan sudut pandang baru.

Kontroversi Pengangkatan Komisaris BUMN, Begini Kata Kepala Bakom Qodari

IDXChannel - Pengangkatan sejumlah komisaris badan usaha milik negara (BUMN) yang berasal dari kalangan nonkorporasi menuai sorotan publik. Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari buka suara. 

Menurutnya, keberadaan komisaris memiliki peran penting dalam mengawal jalannya perusahaan sekaligus memastikan agenda pemerintah sebagai pemegang saham negara dapat terlaksana.

Baca Juga:
Danantara Pangkas 240 Entitas Usaha BUMN hingga Juni 2026, Ini Tujuannya

"Dari pengalaman saya sendiri, karena saya pernah berada merasakan jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi, sebetulnya memang keberadaan komisaris itu penting dan perlu, untuk bisa memberikan arahan sekaligus mengawal agenda-agenda pemerintah," kata Qodari, saat dijumpai di Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Pengangkatan komisaris BUMN yang menuai kontroversi ini dimulai dari asisten Raffi Ahmad, Mufli Ananda, yang diangkat menjadi Komisaris PT Krakatau Posco. Tak hanya itu, ada juga relawan pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ginka Febriyanti Ginting, yang menjabat Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare). Hal ini dinilai sebagian pihak sarat muatan balas jasa politik.

Baca Juga:
Danantara Terima Laporan Keuangan BUMN 2025, Krakatau Steel hingga Kimia Farma Tak Lagi Rugi

Qodari mengatakan, komisaris yang berasal dari latar belakang berbeda juga dapat memberikan sudut pandang baru dalam pengambilan keputusan di perusahaan. Menurutnya, pengalaman dari luar dunia korporasi bisa menjadi nilai tambah dalam mencari berbagai alternatif solusi.

"Dan kalau bicara pengalaman saya di Pertamina Hulu Energi, kita bisa membantu juga untuk melihat alternatif-alternatif solusi, karena kita datang dari latar belakang yang berbeda, kita datang dari luar, sebetulnya ada perspektif yang baru yang bisa dibawa ke dalam perusahaan di mana kita menjadi komisaris," katanya.

Baca Juga:
Danantara Minta Himbara Siapkan Skema Pembiayaan Restrukturisasi BUMN Karya

Lebih lanjut, Qodari menjelaskan bahwa komisaris pada dasarnya merupakan perwakilan pemegang saham.

Dalam konteks BUMN, kata dia, pemegang saham adalah negara sehingga komisaris memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan sekaligus memberikan masukan strategis bagi perusahaan.

Baca Juga:
Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Mengundurkan Diri usai Penggabungan BUMN Logistik

"Sekali lagi kalau pengalaman saya, di situ ada pengawasan, di situ juga ada ide dan gagasan. Jadi kalau kita kembalikan kepada posisi yang sebenarnya, sesungguhnya keberadaan komisaris itu sangat baik dan sangat bermanfaat untuk keberadaan suatu BUMN," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JKF 2026 Digelar, BI Jakarta Targetkan Transaksi Tembus Rp40 Miliar
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Susunan Pemain dan Head to Head
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Line Up dan Link Streaming Kolombia Vs Ghana: Duel Sengit Diaz dan Semenyo
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
KSP percepat koordinasi pembangunan Mother Station CNG di Muara Enim
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, Dikabarkan Diminati Klub Kasta 3 Liga Inggris, Gagal Main di Premier League Lagi?
• 13 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.