Baht-Ringgit-Won Perkasa Saat Dolar AS Loyo, Rupiah Masih Tertinggal

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah berhasil menutup perdagangan terakhir pekan ini di zona hijau. Namun secara mingguan, mata uang Garuda masih belum mampu lepas dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir Refinitiv, pada perdagangan Jumat (3/7/2026), rupiah ditutup menguat 0,24% ke posisi Rp17.945/US$.

Penguatan tersebut membuat rupiah berhasil mematahkan tren pelemahan dalam tiga hari perdagangan beruntun. Meski demikian, secara mingguan rupiah masih melemah 0,22% secara point-to-point.

Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda. Apalagi, posisi rupiah masih berada tidak jauh dari level psikologis Rp18.000/US$.

Tekanan dari dalam negeri masih cukup besar. Sejumlah data ekonomi yang dirilis pada awal pekan memberi sinyal kurang positif terhadap ekonomi Indonesia.

Inflasi Indonesia kembali naik pada Juni 2026. Di saat yang sama, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit untuk pertama kalinya dalam enam tahun. Aktivitas manufaktur juga kembali tertekan setelah PMI manufaktur turun semakin dalam ke zona kontraksi.

Pergerakan rupiah sepanjang pekan ini juga terjadi di tengah pelemahan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah 0,49% dalam sepekan ke posisi 100,857.

Pelemahan dolar AS sebenarnya menjadi angin segar bagi mata uang Asia. Namun, penguatan rupiah pada akhir pekan belum cukup untuk membawa mata uang Garuda mencatat kinerja positif secara mingguan.

Meski indeks dolar AS melemah, pergerakan mata uang Asia pada pekan ini tidak sepenuhnya seragam.

Enam mata uang berhasil menguat terhadap dolar AS, sementara empat lainnya masih melemah.

Baht Thailand menjadi mata uang Asia paling perkasa pada pekan ini dengan penguatan 0,54%. Posisi berikutnya ditempati ringgit Malaysia yang menguat 0,44% ke posisi MYR 4,067/US$, disusul won Korea Selatan yang naik 0,39% ke KRW 1.529,01/US$.

Yuan China juga menguat 0,27% ke CNY 6,7797/US$, yen Jepang naik 0,22%, dan dolar Singapura menguat 0,14% ke SGD 1,291/US$.

Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang Asia yang paling tertekan dengan pelemahan 0,25%. Rupiah menyusul dengan pelemahan 0,22%, kemudian peso Filipina melemah 0,21% dan dong Vietnam turun 0,19%.

Kondisi ini menunjukkan pelemahan dolar AS belum cukup kuat untuk mengangkat seluruh mata uang Asia. Sebagian mata uang regional memang berhasil menguat, tetapi rupiah masih tertahan oleh sentimen domestik yang kurang positif.

Tekanan terhadap dolar AS pada pekan ini datang dari data tenaga kerja Amerika Serikat yang jauh lebih lemah dari perkiraan.

Data non-farm payrolls AS menunjukkan ekonomi hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni 2026. Angka ini jauh di bawah ekspektasi ekonom dalam polling Reuters yang memperkirakan penambahan 110.000 pekerjaan.

Data tersebut memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan tenaga. Akibatnya, pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Sebelum data tenaga kerja dirilis, pasar sempat cukup agresif memperkirakan The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga pada September. Namun, setelah data tersebut keluar, ekspektasi kenaikan suku bunga mulai menurun.

Kondisi ini ikut menekan dolar AS. Sebab, ketika peluang kenaikan suku bunga The Fed mereda, daya tarik dolar sebagai aset berbasis imbal hasil tinggi ikut berkurang.

Untuk mata uang Asia, pelemahan dolar AS seharusnya menjadi katalis positif. Namun, respons setiap mata uang tidak sama karena pasar juga tetap mempertimbangkan kondisi domestik masing-masing negara. 

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Kanada Vs Maroko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Dini Hari Nanti Pukul 00.00 WIB
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Purbaya Seleksi Usulan Tambahan Anggaran K/L Rp984 Triliun untuk RAPBN 2027
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPRD Surabaya: Komitmen Eri Cahyadi di Apeksi Selaras Program Presiden Prabowo
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
DPR Minta Pengetatan Syarat Kesehatan Calon Jamaah Haji 2027 Serius Diterapkan
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenag Minta Penyuluh Agama Islam Jadi Fact Checker di Ruang Digital untuk Tangkal Informasi Keagamaan Keliru
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.