Ketika Menjelang 1 Juli, Sejumlah Wilayah di Tiongkok Mendadak Dilanda Hujan Es Raksasa, Kerugian Sangat Besar

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Menjelang 1 Juli 2026, yang diperingati sebagai hari berdirinya Partai Komunis Tiongkok (PKT), sejumlah wilayah di Tiongkok dilanda hujan es berukuran sangat besar yang tergolong langka. Banyak kendaraan, kebun buah, ladang jagung, dan berbagai tanaman pertanian rusak parah sehingga menimbulkan kerugian besar.

Banyak warganet mengaitkan peristiwa tersebut dengan ungkapan “Dou E Yuan” (冤)—sebuah kisah klasik tentang ketidakadilan dalam sastra Tiongkok, di mana salju turun pada musim panas sebagai pertanda adanya ketidakadilan besar. Mereka berkomentar bahwa hujan es yang turun pada akhir Juni ini seolah menjadi pertanda “langit sedang murka.”

Hujan es selama dua jam menghancurkan kebun apel di Shaanxi

Pada 30 Juni, Kota Xianyang, Kabupaten Xunyi, Kecamatan Dimiao, Provinsi Shaanxi, dilanda hujan es raksasa yang sangat jarang terjadi.

Video yang beredar di internet memperlihatkan hujan es bercampur air hujan membentuk “sungai es yang mengalir” di sejumlah ruas jalan. Banyak mobil penyok akibat tertimpa bongkahan es, sementara kebun apel dan ladang jagung di area yang luas hancur.

Seorang petani apel setempat, Liu, mengatakan bahwa sebagian besar warga menggantungkan hidup dari budidaya apel. Mereka baru saja memberi pupuk dan memasang kantong pelindung pada buah-buah apel, tetapi semuanya hancur diterjang hujan es.

Liu mengatakan: “Hujan es turun selama dua jam. Butirannya turun sangat cepat dan sangat rapat. Kebun apel kami benar-benar habis. Di pohon sudah tidak ada apel lagi, bahkan daunnya juga rontok semua. Kerusakannya sangat parah. Produksi apel tahun depan pun kemungkinan ikut hilang. Tembakau, jagung, dan bunga matahari semuanya tinggal batang saja, gagal panen total. Kaca mobil juga pecah dihantam hujan es.”

Gansu juga mengalami kerusakan parah

Pada hari yang sama, 30 Juni, banyak wilayah di Kota Qingyang, Provinsi Gansu, juga diterjang hujan es besar.

Kabupaten Zhengning mengalami kerusakan paling serius, dengan kebun apel dan ladang jagung rusak dalam skala luas.

Seorang petani dari Kabupaten Ning yang bertetangga dengan Zhengning mengatakan bahwa tahun ini curah hujan cukup baik sehingga tanaman tumbuh subur dan mereka semula berharap panen melimpah. Namun semua harapan itu hancur akibat satu kali hujan es.

Meskipun kerusakan di Ning tidak separah Zhengning, apel yang memiliki bekas benturan hujan es tidak lagi memiliki nilai jual, sehingga hasil panen praktis tidak bernilai.

Petani bernama Meng mengatakan: “Hujan es sebesar telur ayam turun. Pemandangannya sangat mengejutkan. Permukaan apel penuh bekas benturan sehingga tampilannya buruk dan tidak bisa dijual dengan harga layak.”

Ia menambahkan: “Saya juga menanam mentimun dan terong. Tanamannya baru mulai bisa dipanen, tetapi sekarang tinggal batang saja, semua daunnya habis. Semangka milik teman saya hancur berkeping-keping, begitu juga melon.”

Semangka seluas 70 mu hancur dalam semalam

Pada 28 Juni, Kabupaten Suide, Kota Yulin, Provinsi Shaanxi, tiba-tiba dilanda hujan es besar.

Semangka yang hampir siap dipanen hancur hanya dalam semalam.

Seorang petani bermarga Wang mengatakan: “Hujan es turun pada tanggal 28 bersamaan dengan hujan lebat. Sekitar 70 mu (sekitar 4,7 hektare) kebun semangka saya hancur. Saya rugi lebih dari 400.000 yuan. Tanaman sayuran juga ikut rusak.”

Kebun buah di Liaoning diperkirakan butuh dua hingga tiga tahun untuk pulih

Pada 24 Juni, wilayah Xingcheng, Jianchang, dan daerah lain di Provinsi Liaoning juga dihantam hujan es besar yang disertai angin kencang dan hujan deras.

Banyak desa pegunungan di daerah tersebut mengandalkan kebun pir dan persik sebagai sumber penghasilan utama.

Para petani mengatakan pohon-pohon buah mengalami luka parah. Cabang-cabang utama rusak dihantam hujan es sehingga diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun untuk pulih. Akibatnya, hasil panen tahun depan dipastikan akan menurun.

“Sekitar seminggu yang lalu hujan es turun selama 20 menit. Besarnya seperti telur ayam. Pohon pir dan pohon persik mengalami kerusakan berat, panennya gagal total. Lihat saja pohon-pohon ini, hampir tidak ada bagian yang utuh,” ujar seorang petani bernama Zhang. 

“Selama dua hingga tiga tahun ke depan kemungkinan tidak akan menghasilkan panen. Jagung juga hampir pasti gagal panen. Sayuran di kebun semuanya rusak dihantam hujan es. Bahkan ada sebuah rumah yang roboh, dan seorang nenek sampai syok lalu harus dirawat di rumah sakit,” katanya. 

Laporan oleh wartawan NTD Television, Xiong Bin dan Chen Jianming.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Festival Kuliner Mustika Rasa, Rudy P Goni: Nasi Goreng Simbol Persatuan Bangsa
• 6 jam laluterkini.id
thumb
BULOG Karawang Tindak Lanjut Keluhan Hama Gudang yang Masuk Permukiman Warga, Lakukan Fumigasi dan Fogging
• 6 jam laludisway.id
thumb
Messi Ungkap Perjuangan Berat Argentina Usai Singkirkan Tanjung Verde
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dijanjikan Imbalan Rp1,1 M, Bupati Langkat Baru Terima Suap Rp800 Juta
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp 25 Ribu dalam Sepekan Jadi Rp 2.670.000 per Gram
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.